Hapus Puluhan Triliun Valuasi, BP Kapok Bisnis Energi Hijau?
Jakarta, CNBC Indonesia - BP menurunkan nilai bisnis energi hijaunya sebesar US$4 miliar hingga US$5 miliar atau setara Rp 83,5 triliun, setelah serangkaian kemunduran dan karena manajemen baru mencoba untuk kembali fokus pada minyak dan gas.
Mengutip Financial Times, perusahaan minyak yang masuk di FTSE 100 itu tidak menyebutkan proyek mana yang menyebabkan penurunan nilai tersebut. Namun BP mengatakan penurunan nilai tersebut terutama akan terjadi pada unit gas dan energi rendah karbonnya, yang mencakup hidrogen, penangkapan karbon, dan Lightsource, bisnis tenaga suryanya. Adapun BP telah memisahkan bisnis pembangkit tenaga angin menjadi usaha patungan terpisah.
BP telah berupaya sejak Maret lalu untuk menjual setidaknya 50% saham di Lightsource kepada mitra baru. Perusahaan juga membatalkan proyek hidrogen H2Teesside di Inggris pada bulan Desember.
Penurunan nilai ini tidak akan mempengaruhi laba pokok BP ketika perusahaan mengumumkan hasilnya pada 10 Februari. Namun BP sendiri tidak berkomentar apakah langkah ini merupakan penurunan nilai terakhir yang dapat diharapkan investor pada bisnis hijaunya yang sedang kesulitan.
Tercatat, harga saham BP turun 0,8% pada perdagangan awal Rabu, lebih rendah dibanding penurunan 0,35% pesaingnya, Shell.
Perusahaan ini telah secara radikal mengurangi energi bersih setelah "penyesuaian fundamental" strateginya yang diumumkan oleh Murray Auchincloss, mantan kepala eksekutifnya, April lalu.
Langkah tersebut membuat saham BP mengungguli banyak pesaingnya tahun lalu, tetapi Auchincloss sendiri tiba-tiba mengundurkan diri tepat sebelum Hari Raya Natal 2025.
Beberapa orang yang mengetahui situasi tersebut menyatakan bahwa ketua BP, Albert Manifold, telah menjadi tidak sabar dengan lambatnya pengambilan keputusan di perusahaan tersebut. BP kemudian menunjuk Meg O'Neill, mantan kepala eksekutif perusahaan energi Australia Woodside, sebagai kepala eksekutif barunya mulai April 2026.
Dalam pernyataan perdagangan yang sebagian besar pesimistis, perusahaan tersebut mengatakan penjualan gasnya pada kuartal keempat akan lebih rendah US$100 juta hingga US$300 juta dibandingkan kuartal sebelumnya, penjualan minyak mentahnya akan lebih lemah US$200 juta hingga US$400 juta, dan produksi minyak dan gasnya stagnan. Sementara itu, BP mengatakan margin penyulingannya akan lebih tinggi US$100 juta dibandingkan kuartal sebelumnya, tetapi perdagangan minyak "diperkirakan akan lemah".
Namun, BP mengatakan utang bersihnya, yang terus menjadi sumber kekhawatiran bagi investor, akan lebih rendah US$3 miliar hingga US$4 miliar pada kuartal keempat dibandingkan kuartal sebelumnya, dan divestasi akan sekitar US$5,3 miliar pada akhir tahun, dibandingkan dengan target sebelumnya sebesar yaitu, "di atas US$4 miliar".
BP juga telah menjual saham di Castrol, bisnis pelumasnya, dan berjanji untuk menggunakan hasil penjualan sebesar US$6 miliar untuk mengurangi utangnya lebih lanjut.
(fsd/fsd)