Jejak Djoni, Investor Kakap Jambi yang Kuasai 5,09% Saham FOLK

ayh, CNBC Indonesia
Rabu, 14/01/2026 12:15 WIB
Foto: PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) atau FOLK Group resmi mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, (7/7)/ Khoirul Anam

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) resmi mengumumkan jika investor kakap asal Jambi, Djoni masuk sebagai pemegang 5,09% saham FOLK.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti dikutip Rabu (14/1/2026), perubahan kepemilikan ini efektif per 9 Januari 2026, dengan total akumulasi mencapai sekitar 201 juta lembar saham. 

Dengan demikian, aksi akumulasi oleh Djoni dianggap selaras dengan ekspektasi penguatan kendali dan fondasi konsolidasi bisnis perseroan. Djoni dikenal sebagai investor dengan pendekatan fundamental dan horizon investasi jangka panjang.


Djoni dikenal luas di kalangan bisnis sebagai taipan properti yang menapaki jejak usahanya dari Jambi sebelum melakukan ekspansi lintas wilayah. Portofolio properti yang dikelolanya meliputi pengembangan kawasan residensial hingga proyek komersial dalam skala menengah-besar. Di luar sektor properti, Djoni juga aktif sebagai investor di pasar modal dan dikenal mengedepankan pendekatan fundamental serta orientasi jangka panjang.

Selama satu dekade terakhir, Djoni tercatat beberapa kali memiliki kepemilikan signifikan di berbagai emiten, terutama pada sektor teknologi, telekomunikasi, dan consumer.

Di antaranya, ia pernah menguasai porsi kepemilikan di atas 5% pada saham WIFI dan TRUE, yang sempat menjadi perhatian pasar karena strateginya yang cenderung masuk pada fase transformasi bisnis emiten terkait. Pendekatannya disebut mengombinasikan pemahaman struktur kepemilikan, kualitas manajemen, serta kesiapan ekspansi berkala.

Pelaku pasar menilai rekam jejak tersebut konsisten dengan langkah akumulasinya pada saham FOLK. Sentimen yang muncul bukan hanya mengenai peluang pertumbuhan jangka panjang FOLK, namun juga persepsi bahwa aksi tersebut membuka jalan bagi kemungkinan hadirnya investor strategis lain dalam struktur perseroan, termasuk konglomerasi besar sebagaimana ramai dibicarakan beberapa bulan terakhir.


(ayh/ayh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: IHSG Menguat 1,25% Sambut Akhir Tahun, Sentuh 8.644