Mengekor Wall Street, Bursa Asia Dibuka Perkasa Pagi Ini

Mentari Puspadini, CNBC Indonesia
Senin, 12/01/2026 08:30 WIB
Foto: REUTERS/Androniki Christodoulou

Jakarta, CNBC Indonesia — Pasar saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Senin, (12/1/2026) mengikuti penguatan Wall Street setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan penciptaan lapangan kerja pada Desember lebih rendah dari perkiraan. Meski demikian, tingkat pengangguran justru turun, mencerminkan ketahanan pasar tenaga kerja AS.

Melansir CNBC.com, perhatian investor turut tertuju pada pergerakan harga minyak di tengah situasi geopolitik Iran yang memasuki pekan ketiga aksi protes. Aksi tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 500 orang, sementara Presiden AS Donald Trump dikabarkan tengah mempertimbangkan sejumlah opsi intervensi.

Harga minyak mentah Brent naik 0,84% menjadi US$63,87 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 0,83% ke level US$59,62 per barel. Kenaikan ini tercatat pada pukul 07.25 waktu Singapura.


Di sisi lain, harga emas spot melonjak lebih dari 1,6% dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$4.581,29 per ons. Lonjakan harga emas mencerminkan meningkatnya permintaan aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Dari kawasan Asia-Pasifik, indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,71% pada awal perdagangan. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,83%, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq bertambah 0,4%.

Indeks Hang Seng Hong Kong diproyeksikan dibuka lebih tinggi, dengan kontrak berjangka diperdagangkan di level 26.408. Angka tersebut berada di atas penutupan terakhir indeks di posisi 26.231,79.

Sementara itu, pasar saham Jepang libur memperingati hari libur nasional. Namun, isu politik mengemuka setelah mitra koalisi Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyebutkan kemungkinan pemilu lebih cepat, seiring laporan media domestik yang menyebut pemilu kilat dapat digelar pada Februari.

Nilai tukar yen Jepang melemah tajam pada Senin pagi, menyentuh level terendah dalam satu tahun di 158,19 per dolar AS. Pelemahan yen terjadi di tengah ketidakpastian politik dan dinamika pasar global.

Kontrak berjangka saham AS bergerak datar pada awal perdagangan Asia, menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting dan laporan kinerja emiten sepanjang pekan ini. Investor cenderung bersikap hati-hati sembari menunggu arah kebijakan dan data terbaru.

Pada perdagangan Jumat di Wall Street, indeks S&P 500 naik 0,65% ke level 6.966,28 dan mencatat rekor penutupan tertinggi baru. Indeks ini juga sempat menyentuh rekor tertinggi intraday sepanjang sesi perdagangan.

Indeks Nasdaq Composite menguat 0,81% ke posisi 23.671,35. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average naik 237,96 poin atau 0,48% menjadi 49.504,07, sekaligus mencetak rekor penutupan tertinggi baru.

 


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Menanti IHSG 10.000, Sektor Ini Jadi Incaran Manajer Investasi