Bos OJK Buka Suara Soal Penggerebekan Sindikat Love Scam di Sleman
Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan total kerugian dari laporan love scam yang diterima Indonesia Anti Scam Centre (IASC) tembus Rp49,19 miliar sepanjang tahun lalu. Besaran tersebut berasal dari 3.494 kasus.
Kepala Eksekutif Pengawasan Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan pihaknya terus mengajak seluruh masyarakat untuk terus berhati-hati terus meningkatkan kewaspadaan terkait berbagai hal manipulatif terutama terkait modus love scam. Sebab, modus yang juga disebut relationship scam atau romance scam juga menjadi tren kejahatan finansial yang meningkat praktiknya.
Perempuan yang akrab disapa Kiki itu juga menyinggung soal penggerebekan markas sindikat love scam di Sleman, D.I. Yogyakarta yang baru dilakukan baru-baru ini. Ia menyebut sindikat yang digrebek tersebut beroperasi secara internasional.
"Ini menjadi satu tren kejahatan finansial digital yang sedang meningkat jumlahnya dan dilakukan secara global begitu ya oleh sindikat-sindikat tersebut. Dan terbukti juga di Indonesia yang baru saja kejadian adalah di Yogyakarta ditemukan satu sindikat yang beroperasi secara internasional," kata Kiki saat konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulan Desember 2025, Jumat (9/1/2026).
Menurutnya, modus ini tidak hanya merugikan secarra material, tetapi juga secara psikologis lantaran melibatkan emosi yang mendalam. Para pihak yang tak bertanggung jawab membidik korban di berbagai negara melalui jaringan internet dan aplikasi.
"Sehingga kalau kita melihat kejahatan seperti ini adalah risiko lintas batas yang sangat tinggi. Kemudian para korban ini kemudian dimanipulasi secara emosinya, merasa memiliki hubungan atau memiliki relationship dan mungkin kemudian dipersuasi dan sebagainya sehingga para korban ini secara sukarela mentransfer sejumlah uangnya karena merasa memiliki hubungan yang khusus spesial dengan lawan jenis atau siapapun," terang Kiki.
Oleh karena itu, Kiki mengatakan love scam menjadi salah satu tema utama dalam memberikan edukasi OJK kepada masyarakat.
Mengingatkan saja, baru-baru ini sebuah markas love scamming berjejaring internasional di Sleman dibongkar polisi. Tak tanggung-tanggung, nilai perputaran dana di tempat tersebut mencapai sekitar Rp 10 miliar per bulan.
Jaringan ini dibongkar karena temuan patroli siber terkait iklan lowongan kerja yang dianggap mencurigakan.
Markas operasi yang berlokasi di Jalan Gito Gati, Sleman, telah teridentifikasi sebagai PT Altair Trans Service. Dari hasil penelusuran di mesin pencari, perusahaan itu membuka lowongan kerja untuk menjadi English Chat App Admin.
(ayh/ayh)[Gambas:Video CNBC]