IHSG Sesi 1 Dibuka Naik 0,36% ke Level 8.890
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari ini, Selasa (6/1/2026) di zona hijau. Indeks naik 31,53 poin atau menguat 0,36% ke level 8.890,72.
Sebanyak 346 saham naik, 52 turun, dan 288 tidak bergerak. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 375,98 miliar, melibatkan 884,55 juta saham dalam 71.667 kali transaksi. Kapitalisasi pasar mencapai Rp 15.928 triliun.
Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih volatile di tengah kisruh di Venezuela. Investor juga masih mencerna data ekonomi terbaru serta arah ekonomi ke depan.
Pekan pertama 2026 dibuka dengan guncangan geopolitik dari Amerika Latin. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam sebuah operasi militer besar-besaran yang langsung menyasar jantung kekuasaan di Caracas. Peristiwa ini berpotensi memicu turbulensi di pasar global, di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik sejak awal tahun.
Beralih ke dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indonesia pada Desember 2025 mencapai 0,64% secara bulanan (month-to-month/mtm) dan 2,92% secara tahunan (year-on-year/yoy).Â
Kelompok makanan menjadi pendorong utama tekanan harga sepanjang 2025, dengan inflasi 1,66% dan memberikan andil 0,48% terhadap inflasi nasional.
Secara historis, tingkat inflasi 2,92% ini lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024 yang hanya 1,57%, yang juga tercatat sebagai inflasi tahunan terendah dalam sejarah Indonesia. Inlasli 2025 adalah yang tertinggi sejak 2023.
Sementara itu, pasar Asia-Pasifik dibuka beragam pada hari Selasa, melanjutkan reli di pasar saham global karena investor terus menilai ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung setelah serangan AS terhadap Venezuela dan penangkapan Nicolas Maduro.
Indeks acuan Nikkei 225 Jepang naik 1,12%, sementara Topix melonjak 1,48% ke rekor tertinggi. Kospi Korea Selatan turun 0,85%, sementara Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil naik tipis 0,09%. ASX/S&P 200 Australia turun 0,42%.
Indeks Hang Seng Hong Kong diperkirakan akan dibuka lebih tinggi, dengan kontrak berjangka diperdagangkan pada 26.562, dibandingkan penutupan sebelumnya di 26.347,24.
[Gambas:Video CNBC]