Emtek Serok Saham Superbank (SUPA) Lagi, Rogoh Rp25 M
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) melaporkan perubahan kepemilikan saham dari pengendalinya. Dalam keterbukaan informasi, SUPA itu melaporkan Elang Media Visitama (EMV) telah menambah kepemilikannya di saham emiten bank digital itu.
EMV telah memborong sebanyak 28.317.400 saham SUPA pada 30 Desember 2025. Dengan harga Rp910 per saham, perusahaan telah merogoh kocek sebesar Rp25,77 miliar.
Setelah transaksi, kepemilikan saham perusahaan di SUPA bertambah menjadi 9,35 miliar unit atau setara 27,60%. Sebelumnya, kepemilikannya sebanyak 9,32 miliar unit atau setara 27,51%.
Elang Media Visitama menegaskan akan mempertahankan pengendaliannya di saham SUPA.
Ini merupakan aksi pembelian lanjutan yang dilakukan oleh anak usaha emiten konglomerasi media, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) atau Emtek. Sebelumnya, EMV memborong sebanyak 150 juta saham Superbank dengan transaksi yang dilakukan pada 24 dan 29 Desember 2025.
Perinciannya, Elang Media Visitama membeli sebanyak 50 juta saham SUPA dengan harga Rp 1.050 per saham, pada 24 Desember 2025. Kemudian, membeli kembali saham Superbank (SUPA) sebanyak 100 juta saham dengan harga Rp 895 per saham, pada 29 Desember 2025.
Mengingatkan saja, SUPA merupakan bank besutan Grup Emtek, Grab, SingTel, dan Kakaobank. Bank digital itu resmi resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau listing pada Rabu, (17/12/2025).
Pada awal perdagangan SUPA naik 24,4% atau menyentuh level auto reject atas (ARA) ke level 790.
SUPA melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan menetapkan harga penawaran umum perdana sebesar Rp635 per saham, dan melepas 4,4 miliar saham baru.
Namun, empat hari kemudian SUPA dibuka menyentuh harga batas bawah alias auto rejection bawah (ARB). Saham bank itu tercatat melemah 14,63% ke level Rp1.050 per saham hingga pukul 9:10 WIB.
Saat ini, SUPA berada di posisi 895, bergerak melemah 3,24% pada perdagangan sesi I.
(fsd/fsd)[Gambas:Video CNBC]