LPS Mau Umumkan Tingkat Bunga Penjaminan, Catat Tanggalnya

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Jumat, 02/01/2026 12:30 WIB
Foto: Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu dan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara Financial Forum 2025 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/12/2025). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan segera menetapkan tingkat bunga penjaminan (TBP) untuk periode Januari hingga April tahun 2026. Ketua Dewan Komisioner (DK) LPS, Anggito Abimanyu mengatakan penetapan bunga penjaminan akan dilakukan di sekitar tanggal 20 Januari 2026.

"Nanti setelah 15 Januari, karena kita punya data sampai Desember, nanti tanggal 20-an lah kita mau umumkan TBP-nya, dan juga performance dari LPS sendiri, asetnya berapa, terus kontribusi pada negara, baik pajak maupun pembelian surat berharga, kita akan disampaikan," kata Anggito saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (2/1/2026).

Ia mengungkapkan bahwa sekitar 30% dari industri perbankan masih mematok bunga simpanan di atas TBP bank umum rupiah yang saat ini berada di tingkat 3,5%. Sebagai informasi, TBP akan menjadi patokan bank untuk mematok besaran bunga deposito, karena bunga yang lebih tinggi dari TBP tidak akan dijamin oleh LPS.


Namun demikian, Anggito belum dapat memastikan apakah TBP akan kembali dipangkas di awal tahun ini. Mengingatkan saja, LPS telah memangkas TBP untuk bank umum rupiah sebanyak tiga kali sepanjang tahun 2025.

"Belum tahu ya, karena kita mau lihat Desember seperti apa. Tujuan TBP itu kan beda dengan suku bunga BI (Bank Indonesia) ya, tujuan kita adalah melindungi nasabah. Jadi kita harus lihat market itu, suku bunga pasar itu seperti apa," terang Anggito.

Ia mengatakan bahwa penurunan suku bunga acuan BI itu wajar diikuti dengan penyesuaian TBP LPS. Dengan begitu, suku bunga kredit bank juga dapat ikut menurun.

"Kita mau lihat kan suku bunga itu wajar itu ya, kalau suku bunga BI itu juga turun ya mestinya harus ada adjustment, sehingga suku bunga kreditnya juga turun," kata Anggito.

Adapun BI Rate telah turun 5 kali sepanjang tahun lalu, terakhir berada di posisi 4,75%. Meski demikian, penurunan bunga kredit masih lambat, hanya turun 24 bps ke 8,96 basis poin (bps) pada sepanjang tahun 2025.


(ayh/ayh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: LPS Ajak Warga RI Punya Rekening & Minta Bank Ikut Aturan TBP