Lo Kheng Hong Bongkar Kebiasaan Baik Warga RI yang Bikin Miskin

Redaksi, CNBC Indonesia
Sabtu, 29/11/2025 19:00 WIB
Foto: Dok Lo Kheng Hong

Jakarta, CNBC Indonesia - Menabung memang menjadi langka dasar dalam perencanaan keuangan sebelum mulai berinvestasi. Namun, investor saham kawakan yang kerap dijuluki Warren Buffet-nya Indonesia, Lo Kheng Hong terang-terangan mengatakan menyimpan uang di bank akan membuat investor perlahan semakin miskin.

Bahkan, Lo Kheng Hong juga tidak tertarik membeli obligasi atau surat utang karena imbal hasilnya dinilai tidak menarik. Begitu juga dengan emas.


"Menyimpan uang di bank sebetulnya membuat kita miskin secara pelan-pelan karena nilai uang kita semakin hari semakin turun," kata Lo Kheng Hong saat menjadi pembicara di acara Capital Market Summit & Expo (CMSE), dikutip Sabtu (29/11/2025).

Lo Kheng Hong hanya tertarik membeli saham karena terbukti membuatnya kaya dan memiliki harta ratusan miliar. Siapa sangka, dia pernah cuan besar dari saham PT United Tractors Tbk (UNTR) yang merupakan momen awal dirinya mengeruk keuntungan besar dari investasi saham.

Dia mengungkapkan alasan utama yang membuat dirinya berinvestasi saham, khususnya di Indonesia. "Bursa saham Indonesia menawarkan imbal hasil tertinggi di antara bursa saham utama di dunia bagi investor jangka panjang. Sudah terbukti! Saya bersyukur saya ada di dalamnya," kata Lo Kheng Hong.

Hingga saat ini, kata Lo Kheng Hong, hampir 99% masyarakat Indonesia tidak percaya kalau investasi saham adalah pilihan terbaik. Masyarakat lebih menempatkan uang di bank atau dibelikan properti, dibanding beli saham.

Lo Kheng Hong merupakan orang yang sangat teliti dan bisa menghabiskan waktu lama membaca laporan keuangan. Usaha yang dilakukan Lo dalam meneliti laporan keuangan menunjukkan tidak sembarangan dalam memilih saham untuk investasi.

Pada 1998, Lo Kheng Hong membeli saham PT United Tractors Tbk (UNTR). Saat itu laba bersih UNTR minus Rp 1 triliun. Akan tetapi pendapatan perusahaan sekitar Rp 2 triliun-Rp 4 triliun dengan laba operasional sekitar Rp 1 triliun. Lo menilai laba bersih tersebut minus karena kurs.

Ini merupakan momentum awal dari kesuksesan Lo Kheng Hong sebagai investor saham. Cerita seperti ini diulang pada saham-saham yang lain.


(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Market Bullish, Simak Strategi Tepat Panen Cuan