Sepi Stimulus Belanja Buat Warga, Gimana Nasib Ekonomi RI?

Arrijal Rachman , CNBC Indonesia
29 August 2025 10:50
Pengunjung melihat barang yang dijual pada tenan di Pusat Perbelanjaan Kuningan City, Jakarta, Minggu (17/8/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Pengunjung melihat barang yang dijual pada tenan di Pusat Perbelanjaan Kuningan City, Jakarta, Minggu (17/8/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mandiri Institute memperkirakan stimulan yang mampu mendorong masyarakat gencar belanja mulai hilang pada kuartal III-2025. Akibatnya, konsumsi masyarakat akan mulai normal pada periode itu.

Kondisi ini tercermin dari nilai Mandiri Spending Indeks (MSI) yang jatuh pada September 2025 ke level 279,5, setelah pada periode kuartal I dan kuartal II-2025 mampu menyentuh level tinggi, hingga hampir ke level 300 pada periode libur sekolah 2025.

Sebagai pembanding, pada momentum Ramadan 2025 atau sekitar periode Maret-April, MSI mampu bertengger di level 284,6.

"Nah di kuartal ketiga ini, yang kita mulai lihat dari bulan akhir Juli sampai dengan sekarang, kita memang melihat tidak ada stimulan yang mendorong konsumen untuk melakukan belanja," kata Kepala Mandiri Institute Andre Simangunsong dalam acara Mandiri Macro and Market Brief 3Q25 Indonesia Economic Outlook, Kamis (28/8/2025).

Berdasarkan wilayah, tren belanja pada kuartal III mengalami perlambatan merata. Sumatera misalnya, angka MSI nya merosot ke level 324 per 1 September 2025. Jawa di level 254,7, Kalimantan 576,4, Sulawesi 426,6, Bali dan Nusa Tenggara 225, dan Maluku serta Papua 552,5.

Berdasarkan kelompok belanja, yang mengalami kejatuhan indeks pada kuartal III-2025 di antaranya ialah keperluan rumah tangga atau household di level 161,2, pendidikan ke level 226,2, dan leisures di level 216,3.

"Jadi kalau kita lihat trennya di awal kuartal ketiga ini, ini belanja household dan electronics ini mulai melambat setelah memang kemarin naik tinggi. Mungkin kemarin ada beberapa promo-promo khusus yang kaitannya dengan hari kemerdekaan 17 Agustus, nah tapi setelah itu memang kami melihat ini ada sedikit penurunan ya," ujar Andre.

Oleh karena itu, Bank Mandiri melihat ekonomi Indonesia pada kuartal III-2025 berpotensi melambat di bawah laju kuartal II-2025 yang dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mampu mencapai 5,12% secara tahunan atau year on year.

Kepala Departemen Riset Ekonomi Makro dan Pasar Keuangan Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina mengatakan, prospek laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2025 hanya akan tumbuh di kisaran 4,9%-5%.

"Jadi, kami melihat kuartal III, hitungan kami ya, pertumbuhan ekonomi mungkin bisa mencapai di kisaran 4,9-5%. Ini sedikit melandai memang dibandingkan kuartal sebelumnya," kata Dian.

Melandainya laju pertumbuhan ekonomi tersebut, kata Dian Ayu, disebabkan sudah habis nya faktor musiman yang bisa mendongkrak laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari 50% terhadap pertumbuhan ekonomi.


(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Sri Mulyani 'Pede' Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5% di 2025

Tags

Related Articles
Recommendation
Most Popular