IHSG Terpukul Aksi Demo, Saham Big Cap & Prajogo Jadi Penekan
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersengat sentimen negatif dari demo hari ini, Jumat (29/8/2025). Hal ini terjadi setelah IHSG mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high pada perdagangan kemarin, Kamis (28/8/2025).
Indeks pagi ini dibuka turun lebih dari 1% meninggalkan level 7.900. Selang 20 menit setelah dibuka koreksi IHSG menciut menjadi 0,6%.
Mengutip Refinitiv, nyaris seluruh sektor berada di zona merah. Hanya kesehatan yang bertahan dengan penguatan 0,12%. Konsumer non-primer turun paling dalam, yakni 2%. Lalu diikuti oleh properti -1,35% dan utilitas 1,23%.
Saham yang menjadi pemberat utama IHSG adalah Astra (ASII) dengan bobot 5,54 indeks poin. ASII tercatat turun 1%, setelah kemarin ditutup naik 1,36%.
Kemudian saham-saham perbankan juga menyeret indeks ke zona merah. BBRI menyumbang 4,94 indeks poin, BMRI 4,37 indeks poin, BBCA 3,57 indeks poin, dan BBNI 2,14 indeks poin.
Saham-saham emiten Prajogo Pangestu juga tidak berkutik menghadapi demo hari ini. BREN turun 1,08% dan menyumbang 3,79 indeks poin. TPIA yang juga milik Prajogo merosot 0,59% dan berkontribusi 2,81 indeks poin terhadap koreksi IHSG.
Sebagai informasi, aksi demonstrasi akan kembali terjadi di Jakarta hari ini. Seruan aksi dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (UI), dengan titik Polda Metro Jaya.
Titik demonstrasi akan berpusat di Polda Metro Jaya dan juga menyasar kantor Polda di setiap wilayah Indonesia.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas tindakan aparat kepolisian dalam menghadapi demonstrasi kemarin, Kamis (28/8/2025).
"Hari ini kita turun ke jalan bukan hanya menolak kebijakan yang merugikan rakyat, tapi juga menolak wajah anarko aparat," tulis BEM SI dalam unggahan di media sosial @bemsi.official, Jumat (29/8/2025).
Sebagaimana diketahui, aksi demonstrasi kemarin memakan korban jiwa. Seorang driver Gojek dilindas mobil rantis Brimob.
PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) memastikan bahwa pria berjaket ojek online (ojol) yang terlindas mobil rantis Brimob di Pejompongan sebagai mitra ojol Gojek. Affan Kurniawan tewas akibat peristiwa tersebut.
Direktur Public Affair & Communications Goto menyatakan bahwa Goto telah melakukan verifikasi dan investigasi internal bersama pihak terkait.
"Dapat kami sampaikan bahwa Affan Kurniawan merupakan Mitra Driver Gojek. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam serta simpati tulus kepada keluarga yang ditinggalkan, juga kepada rekan-rekan Mitra Driver lainnya yang turut merasakan kehilangan ini," katanya dalam siaran pers, Jumat (29/8/2025).
(mkh/mkh)