
Rupiah Diramal Bisa Balik ke Level Bawah Rp 15.500 Tiga Tahun Lagi!

Jakarta, CNBC Indonesia - Tim ekonom Bank Mandiri memproyeksikan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mampu mengalami penguatan hingga ke level bawah Rp 15.500 dalam tiga tahun mendatang.
Mengutip catatan proyeksi indikator makro ekonomi Office of Chief Economist Bank Mandiri, level kurs Rp 15.450/US$ (eop) akan tercapai pada 2028. Setelah pada 2027, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mampu ke level Rp 15.961/US$.
Meski begitu, Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menegaskan, tren kurs ke depannya sebetulnya akan cenderung flat, ketimbang mengalami penguatan drastis dari level saat ini di kisaran Rp 16.340/US$.
"Sebenarnya kurs relatif flat ke depannya," kata Andry kepada CNBC Indonesia, Kamis (28/8/2025).
Meski begitu, Andry menjelaskan, faktor yang dipertimbangkan tim ekonom Bank Mandiri dalam memperkirakan arah kurs hingga ke level bawah Rp 15.500 hingga akhir 2028 adalah potensi rendahnya suku bunga acuan global serta berlanjutnya tren pelemahan dolar AS.
"Faktor utamanya karena lower Fed Fund Rate dan weakening USD karena banyak inflows yang masuk ke emerging market termasuk Indonesia," ujar Andry.
Bank Mandiri memproyeksikan, pada 2025 kurs rupiah masih berpotensi mengalami pelemahan dibanding level 2024 yang sebesar Rp 16.102/US$ (eop). Pada tahun ini kurs diperkirakan ke level Rp 16.484.
Sementara itu, untuk tahun depan, atau tepatnya pada 2026, kurs rupiah masih mampu mengalami penguatan hingga ke level Rp 16.180/US$ (eop).
Adapun untuk proyeksi indikator makroekonomi lainnya, seperti pertumbuhan ekonomi dalam rentang 2025-2028 akan berada di level masing-masing 4,96%, 5,18%, 5,27%, dan 5,34%. Untuk BI rate di level 5%, 4,5%, 4,25%, dan 4% pada 2028.
Inflasi malah cenderung mengalami kenaikan dalam rentang 2025-2028. Forecast masing-masing tahun pada periode itu untuk inflasi ialah 2,38%, 2,62%, 2,7%, dan 2,92%.
(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Efek Kebijakan Trump, Segini Harga Dolar AS Money Changer
