Saham-Saham Ini Berjatuhan, IHSG Gak Kuat Nahan

Market - Muhammad Azwar, CNBC Indonesia
25 January 2023 11:56
Presiden Joko Widodo resmi menutup perdagangan bursa tahun 2017 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (29/12/2017). Perdagangan bursa ditutup menguat pada angka 6,355 Foto: Muhammad Luthfi Rahman

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini (25/01/23) ditutup melemah setelah penurunan sektor energi.

Indeks melemah 0,34% menjadi 6837.53. Meski sempat dibuka menghijau namun indeks berbalik arah dan bahkan sempat menyentuh titik terendah di 6.822,50.

Perdagangan menunjukkan sebanyak 282 saham terkoreksi. Tercatat 15,5 miliar saham dengan frekuensi berpindah tangan sebanyak 812 kali serta nilai perdagangan mencapai sekitar Rp 4,7 triliun.

Melansir data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) via Refinitiv, indeks sektor energi menjadi yang paling mengecewakan pada perdagangan kali ini. Tergambar dari banyaknya saham-saham emiten energi - batubara, yang berjatuhan.

Hingga penutupan istirahat siang, mayoritas saham emiten batubara milik konglomerat drop. Adaro Energy milik pengusaha Garibaldi Thohir anjlok 2,50% sementara saham orang kaya Dato' Dr. Low Tuck Kwong, Bayan Resources melemah 1,55%.

Selain itu, Bumi Resources, Indika Energy, Indo Tambang Raya dan Bukit Asam juga menjadi saham-saham yang turut membebani IHSG.

Sentimen lain juga datang dari kabar tak mengenakkan Wall Street yang ditutup beragam semalam, dimana Indeks S&P 500 dan Nasdaq melemah.

IHSG bergerak anomaly di tengah banyaknya sentimen positif. Tim Riset CNBC Indonesia, Robertus Andrianto Serin dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Rabu, 25/01/2023) mengatakan sentimen cenderung positif mulai dari rilis laporan keuangan pada pekan ini yang sudah dimulai Bank Negara Indonesia, prediksi krisis eropa yang tidak begitu besar hingga ramalan The Fed yang diharapkan tidak akan agresif dalam kenaikan suku bunga acuannya.

Terakhir Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pembukaan China akan berdampak besar ke pertumbuhan global.

"Pembukaan kembali China akan mendorong pertumbuhan global," Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva dalam diskusi panel di World Economic Forum 2023 di Davos, Swiss, dikutip dari CNBC International, Selasa (24/1/2023).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Belum Suram, APEI Sebut Pasar Modal Masih Bisa Tumbuh


(Muhammad Azwar/ayh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading