Rapat The Fed Semakin Dekat, Harga Emas Jadi Liar!

Market - Maesaroh, CNBC Indonesia
24 January 2023 06:50
Emas Foto: Pexels/Michael Steinberg

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas bergerak sangat volatile menjelang rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 31 Januari-1 Februari 2023. Pada penutupan perdagangan Senin (23/1/2023), emas ditutup di posisi US$ 1.931,3 per troy ons. Harga sang logam mulia menguat 0,25%.

Penguatan emas kemarin berbanding terbalik dengan pelemahan pada Jumat pekan sebelumnya di mana sang logam mulia melandai 0,25%.

Emas juga melemah tipis pada perdagangan pagi hari ini. Pada perdagangan Selasa (24/1/2023) pukul 06: 18 WIB, harga emas dunia di pasar spot di posisi US$ 1.931,25 per troy ons. Emas melemah tipis 0,003%.

Kembali melemahnya emas disebabkan oleh menguatnya dolar Amerika Serikat (AS). Indeks dolar menguat tipis ke posisi 102,018 kemarin, dari 102,012 pada hari sebelumnya.

Analis CMC Markets, Michael Hewson, optimis emas masih berpotensi menguat. Berdasarkan catatan 2022, pergerakan emas memang akan sangat labil cenderung melemah menjelang FOMC.

Pengecualian terjadi pada Desember 2022 di mana emas menguat menjelang FOMC karena pelaku pasar optimis kenaikan suku bunga akan mengendur.

"Momentum terbesar ada di pekan depan saat pertemuan bank sentral," ujar Hewson, dikutip dari Reuters.

Seperti diketahui, emas menguat sejak pertengahan Januari seiring meningkatnya ekspektasi pasar mengenai kebijakan bank sentral AS the Federal reserve (The Fed).

Polling CME Group Data menunjukkan kemungkinan The fed menaikkan suku bunga 25 bps kini mengarah 100%.

Sebagai catatan, The Fed sudah menaikkan suku bunga acuan sebesar 425 bps sejak Maret 2022 menjadi 4,25-4,50%.

The Fed menaikkan suku bunga secara agresif sebesar 75 bps pada periode Juni, Juli, September, dan Oktober 2022. Kenaikan suku bunga diturunkan sebesar 50 bps pada Desember 2022.

"Dolar AS mulai menguat dan ini memberi tekanan terhadap emas. Namun, banyak pihak yang percaya dan mulai berharap jika titik support emas kini menuju US$ 1.950. Emas masih berpotensi menguat ek US$ 2.000," tutur analis dari RJO Futures, Bob Haberkorn, dikutip dari Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Breaking News: Harga Emas Meroket 2% Lebih!


(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading