Review Sepekan

Angpao Buat Bos CPO Nih! Harga CPO Pekan Ini Memanas

Market - Aulia Mutiara Hatia Putri, CNBC Indonesia
22 January 2023 09:50
Pekerja mengangkut kelapa sawit kedalam jip di Perkebunan sawit di kawasan Candali Bogor, Jawa Barat, Senin (13/9/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Pekerja mengangkut kelapa sawit kedalam jip di Perkebunan sawit di kawasan Candali Bogor, Jawa Barat, Senin (13/9/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia Excahnge terpantau menguat. Dalam sepekan, harga CPO mampu mencatatkan kenaikan 1,7% secara point-to-point/ptp, sementara jika dilihat secara bulanan harga CPO masih drop 6,86%.

Melansir Refinitiv, sepanjang pekan ini harga CPO tercatat tiga kali menguat dan 2 kali mengalami pelemahan. Penguatan paling tajam terjadi pada Rabu (18/1/2023) yakni 1,82% di harga 3.859 MYR/ton. Sementara, perlemahan paling tajam terjadi pada hari sebelumnya, jatuh 1,46%.

Pada perdagangan terakhir pekan ini Jumat (20/2023), Harga CPO ditutup melemah tipis 0,05% memangkas tren positif harga CPO 2 hari belakangan. Kendati demikian, pelemahan yang hanya tipis ini mampu membuat CPO menguat pekan ini.

Penguatan harga CPO pekan ini ditopang oleh kenaikan pemesanan jelang libur panjang pada 23 hingga 24 Januari 2023 dalam rangka Tahun Baru atau Imlek. Sebelum libur pastinya pelaku pasar memastikan keamanan pasokan.

Sementara itu, sentimen positif pendorong harga CPO ditopang karena menguatnya minyak nabati lain. Kontrak minyak kedelai naik 1,3% sementara canola naik 0,8%. Harga CPO dan minyak nabati lainnya saling bersaing sehingga akan saling mempengaruhi.

Sikap tegal pemerintah Malaysia terhadap Eropa juga mampu memberikan sentimen positif. Harga minyak sawit juga menguat setelah Menteri Komoditas Malaysia Datuk Seri Fadillah Yusof menegaskan komitmennya untuk melawan Uni Eropa.

Fadillah mengatakan dirinya bersama pejabat Indonesia bulan depan akan mengunjungi Uni Eropa untuk meminta kejelasan Uni Eropa.

Seperti diketahui, pekan lalu, Malaysia mengancam akan menghentikan ekspor CPO ke Uni Eropa (UE) sebagai bentuk protes diskriminasi kawasan tersebut terhadap komoditas CPO.
Undang-Undang (UU) Uni Eropa yang baru akan mengatur pembelian/penjualan CPO secara ketat sebagai upaya untuk melindungi hutan.

"Bersama Indonesia, kami akan membentuk misi bersama ke Eropa dan seluruh dunia untuk menyelesaikan banyaknya persepsi negatif tentang CPO," tutur Fadillah, dikutip dariThe Edge Markets.

Dari dalam negeri sendiri, Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan meminta Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) untuk menerbitkan harga acuan bursa komoditi sawit sebelum Juni 2023.

Harga acuan tersebut diharapkan bisa membuat pasar CPO lokal tidak lagi berpatok kepada harga bursa Malaysia.

Namun, penting menjadi catatan bahwa harga CPO tahun ini masih diramal bakal melemah. Tekanan ekonomi global masih menghantui pasar. Permintaan CPO dari pasar global memang masih melandai hingga pertengahan Januari 2023.

Hal ini dibuktikan dengan polling Reuters menunjukan bahwa dari 18 analis menunjukkan harga CPO akan berada di kisaran MYR 3.800 per ton pada tahun ini. Harganya jauh lebih rendah dibandingkan pada rata-rata tahun lalu yang berada di angka MYR 4.910 per ton.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bos Sawit Sudah Dapat Angpao, Harga CPO Naik 3% Jelang Imlek


(aum/aum)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading