Pengumuman! Pabrik Kelar, HMSP Ekspor Rokok Tanpa Asap

Market - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
17 January 2023 08:51
HMSP Foto: doc HMSP

Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen rokok PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) telah melakukan ekspor perdana produk tembakau bebas asap bagi IQOS dengan merek HEETS di Karawang, Jawa Barat. Hal itu seiring dengan beroperasinya pabrik fasilitas produksi yang mulai beroperasi pada akhir tahun lalu dengan realisasi investasi senilai lebih dari US$ 186 juta atau setara sekitar .

Pabrik HEETS di Indonesia akan berfokus untuk memenuhi permintaan pasar ekspor di kawasan Asia Pasifik maupun pasar domestik dan sejalan dengan prioritas pemerintah untuk mendorong investasi dan peningkatan ekspor barang jadi. Pabrik tersebut merupakan fasilitas produksi Philip Morris International (PMI) untuk produk tembakau inovatif bebas asap yang pertama di Asia Tenggara dan ketujuh di dunia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto mengatakan, harapannya inovasi tersebut dapat membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia dan menciptakan multiplier efek.

"Investasi yang dilakukan Sampoerna ini diharapkan dapat memberi dampak positif dalam mendorong inovasi, serta penciptaan nilai ekonomi pada banyak sektor antara lain sektor UMKM, ritel tradisional, kemitraan dengan petani, dan pengembangan R&D," ujarnya dalam keterbukaan informasi publik, Selasa (17/1).

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko menyebut, investasi tersebut dapat mendorong ketahanan ekonomi nasional di tengah kondisi ekonomi global yang menantang. Di samping itu, fasilitas produksi berteknologi tinggi ini juga bertujuan mendukung transformasi sektor manufaktur yang tertuang dalam peta jalan "Making Indonesia 4.0" yang telah dicanangkan pemerintah.

"Khususnya, tidak hanya sekadar investasi, tapi juga membawa inovasi barunya. Ini tentu salah satu produk alternatif yang inovatif," imbuhnya.

Sementara, Presiden Direktur Sampoerna Vassilis Gkatzelis menyampaikan, sebagai perusahaan yang telah beroperasi di Indonesia selama hampir 110 tahun, perseroan berharap dapat terus berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia melalui investasi berkelanjutan serta dampak ekonomi bagi mata rantai dan ekosistem industri tembakau nasional secara keseluruhan.

Menurutnya, selain pembangunan pabrik, Sampoerna juga berkomitmen untuk menciptakan nilai tambah ekonomi yang mencakup peningkatan kapasitas riset, penyerapan tenaga kerja berketerampilan tinggi, pembelian pasokan tembakau lokal, pemberdayaan UMKM yang mencakup dukungan digitalisasi dan peningkatan kapasitas peritel tradisional, pengoperasian pusat layanan digital, serta peningkatan kinerja ekspor.

"Melalui inovasi berbasis sains dan teknologi, induk perusahaan kami, yaitu Philip Morris International (PMI) telah mengembangkan ragam produk tembakau inovatif bebas asap tanpa proses pembakaran sebagai upaya memperkenalkan alternatif yang lebih baik bagi perokok dewasa," ungkapnya.

Selama lebih dari satu dekade, PMI telah berinvestasi lebih dari US$ 9 miliar untuk mengembangkan dan memperkenalkan produk tembakau inovatif bebas asap. Pengembangan ini melibatkan lebih dari 980 ilmuwan, insinyur, teknisi, dan staf pendukung, termasuk dari Indonesia.

Salah satu produk tersebut ialah perangkat pemanas tembakau bernama IQOS. Dengan mengedepankan penelitian ilmiah dan teknologi, IQOS memanaskan batang tembakau yang menggunakan tembakau asli tanpa pembakaran, sehingga mengurangi paparan zat berbahaya atau berpotensi berbahaya hingga rata-rata 90-95% lebih rendah dibandingkan dengan asap rokok.

Ia menambahkan, produk tembakau inovatif bebas asap mengandung nikotin. Walaupun menyebabkan ketergantungan, nikotin bukan penyebab utama penyakit terkait merokok. Oleh karena itu, penghantaran nikotin dapat dilakukan tanpa melibatkan pembakaran. Saat ini, produk bebas asap PMI sudah tersedia di 70 pasar di seluruh dunia.

Vassilis mengatakan, berdasarkan data PMI pada September 2022, sekitar 13,5 juta konsumen dewasa di seluruh dunia telah beralih ke IQOS dan berhenti merokok. Di Indonesia, IQOS telah diperkenalkan melalui skema uji pasar terbatas sejak tahun 2019 dan tersedia di kota-kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Denpasar, Bandung, Medan, Pekanbaru, Palembang, Makassar, Balikpapan, Samarinda, dan kota-kota lainnya.

Ia juga menyampaikan bahwa produk bebas asap tidak bebas risiko dan hanya ditujukan bagi perokok dewasa yang memutuskan untuk terus menggunakan produk tembakau atau produk nikotin lainnya.

"Berdasarkan hasil riset ilmiah PMI dan lembaga independen, beralih sepenuhnya ke IQOS mengurangi bahaya dibandingkan dengan terus merokok," pungkasnya. 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bukan Rp 8.000, Rokok Termahal Sampoerna Rp 749 Ribu


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading