IPO Watch

Ada Bimbel UMKM Bernama Lavender Mau IPO, Lirik Gak Nih?

Market - Tim Riset, CNBC Indonesia
06 January 2023 06:25
Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan bimbingan belajar (bimbel) masuk perguruan tinggi dengan nama Lavender bersiap untuk masuk ke bursa saham.

PT Lavender Bina Cendekia Tbk akan menyandang kode BMBL sedang menjalani rangkaian proses pendanaan melalui Initial Public Offering (IPO) saham.

Saat ini tahapnya sudah berada di offering apabila mengacu pada website e-ipo dan harga per sahamnya ditetapkan di Rp 188.

Berdasarkan dokumen prospektus yang diterbitkan oleh perseroan, sebanyak 280 juta saham baru atas nama akan dilepas ke publik.

Jumlah tersebut setara dengan 27,19% dari total modal dan ditempatkan. Sehingga total funding yang diperoleh nantinya sebesar Rp 52,64 miliar.

Namun perseroan tidak hanya menerbitkan saham saja, tetapi juga memberikan sweetener alias pemanis dalam aksi korporasi kali ini berupa penerbitan waran seri I sebanyak 224 juta. Artinya setiap 10 pemegang saham berhak mendapatkan 8 waran seri I.

Sebagai perusahaan bimbel, Lavender memiliki cakupan operasional yang cukup sempit yakni hanya Depok dan wilayah sekitarnya.

Nilai aset perusahaan pun tergolong sangat kecil yaitu sebesar Rp 33,9 miliar saja per 31 Juli 2022. Kebanyakan asetnya dalam bentuk aset lancar mencapai Rp 25,6 miliar.

Namun sebanyak 91% dari total aset lancar tersebut merupakan uang muka. Sementara jumlah aset tak lancar mencapai Rp 8,2 miliar yang paling besarnya merupakan aset tak berwujud senilai Rp 6,9 miliar.

Perseroan juga memiliki liabilitas yang kecil yakni sebesar Rp 3,2 miliar atau hanya 10% dari aset. Sisanya sebanyak Rp 30,7 miliar merupakan modal.

Dengan size perusahaan yang terbilang kecil, maka saat tercatat nanti di BEI akan masuk ke dalam papan akselerasi.

Menariknya dengan size yang kecil tersebut perseroan lewat aksi IPO-nya berupaya memperoleh funding sebesar Rp 52,64 miliar yang jauh lebih besar dari total asetnya saat ini.

Memang laba bersihnya sebesar Rp 4,14 miliar per 31 Juli 2022. Tetapi laba bersihnya melonjak signifikan dibandingkan dengan tahun 2020 dan 2021 yang terbilang hanya setengahnya.

Sebagai sebuah perusahaan bimbel seharusnya memiliki cost yang kecil dan marjin yang oke jika dikelola dengan baik.

Namun bagaimanapun juga BMBL bisa dikatakan masih masuk klasifikasi UMKM karena size-nya yang kecil sehingga wajar masuk papan akselerasi.

Apabila melihat track record emiten-emiten yang masuk papan akselerasi sebelumnya, setelah IPO harga sahamnya biasanya sering turun dalam. Sebut saja emiten seperti AMMS, KLIN, NANO dan OLIV yang drop lebih dari 50% dan berberapa bahkan sudah turun ke bawah level gocap.

Untuk diketahui, perusahaan-perusahaan yang masuk papan akselerasi memiliki batas kenaikan dan penurunan harga saham maksimal (ARA dan ARB) yang berbeda yakni 10% dan harga sahamnya dapat turun ke bawah Rp 50/unit.

Sehingga melihat valuasinya yang terbilang mahal, proceedsnya yang lebih jumbo dibanding aset, serta BMBL yang akan tercatat di papan akselerasi, IPO BMBL layak diabaikan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

'Kredit Macet' Bank Sumut Menjulang, Berani Beli Sahamnya?


(RCI)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading