Beneran Nggak Awet, IHSG Sesi I Drop Say!

Market - Muhammad Azwar, CNBC Indonesia
05 December 2022 11:46
Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/11/2022). IHSG ditutup menguat 0,33 persen atau 23,53 poin ke 7.054,12 pada akhir perdagangan, sebanyak 249 saham menguat, 255 saham melemah, dan 199 saham stagnan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/11/2022). IHSG ditutup menguat 0,33 persen atau 23,53 poin ke 7.054,12 pada akhir perdagangan, sebanyak 249 saham menguat, 255 saham melemah, dan 199 saham stagnan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah, ditutup di wilayah negatif pada akhir sesi I perdagangan hari ini (05/12). Beberapa sentimen menjadi faktor yang secara signifikan melemahkan IHSG.

IHSG ditutup di zona merah pada level 7017.75 atau turun sebesar 0.03%. Sepanjang perdagangan, IHSG sempat menyentuh nilai tertinggi di level 7053.90 diawal perdagangan. Sementara itu nilai terendah berada di level 6991.29.

Berdasarkan data statistik RTI business, tercatat sebanyak 14 miliar saham diperdagangkan dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 743 ribu kali serta nilai perdagangan mencapai 7 Triliun.

Terdapat 333 saham mengalami koreksi, 192 saham menguat dan 163 lainnya konsisten tidak berubah.

Dilansir dari Refinitiv, pada pukul 11.30 mayoritas indeks sektoral membuat IHSG terparkir di wilayah negatif. Tiga diantara indeks yang mempengaruhi secara signifikan antara lain sektor teknologi (-2.19%), consumer cyclicals (-1.67%), dan real estate (-1.07%).

Mayoritas saham bank raksasa juga ambruk kecuali BMRI yang mencetak kinerja prestatif dengan naik 3.80%. BBNI anjlok 0.26% disusul BBRI yang turun 0.20%. Adapun BBCA tak berubah.

Kemudian IHSG juga dipengaruhi oleh harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) kembali ambles dan menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) pada perdagangan sesi I.

Di pembukaan perdagangan hari ini, GOTO sudah ambles 6,82% ke posisi harga Rp 123/saham dan langsung menyentuh batas ARB-nya.

Sudah enam hari saham GOTO menyentuh ARB dan terus mencetak all time low (ATL), dimana amblesnya saham GOTO sejatinya sudah terjadi sejak 21 November lalu dan tak kunjung rebound.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kabar Emiten Terupdate, Wajib Baca Kalau Mau Cuan


(Muhammad Azwar)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading