Waskita Toll Road Cuan Gede Banget Dari Tol Ini! Kok Bisa?

Market - teti purwanti, CNBC Indonesia
02 December 2022 14:55
Waskita Toll Road. Ist Foto: Waskita Toll Road. Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Waskita Toll Road (WTR) telah menandatangani kesepakatan pengalihan atas 39,77% kepemilikan saham PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI) dan Reksa Dana Penyertaan Terbatas SAM Jalan Tol (RDPT SAM JT) pada PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), yang merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pemilik konsesi atas jalan tol Semarang Batang.

Transaksi yang dilaksanakan pada tanggal 30 November 2022 ini dilakukan dalam rangka melakukan exercise atas hak opsi beli atau call option saham JSB milik SMI dan RDPT SAM JT yang sebelumnya disepakati pada Sales Purchase Agreement (SPA) pada Juni 2021 lalu. Adapun guna menyelesaikan transaksi tersebut, Kings Bless Limited (KBL) telah menyerahkan pembayaran awal sebesar Rp 3,6 Triliun yang digunakan WTR untuk akuisisi saham JSB dengan jaminan gadai saham tersebut.

Direktur Utama WTR, Rudi Purnomo mengatakan bahwa selanjutnya WTR dan KBL akan segera melakukan finalisasi aksi korporasi pada JSB melalui penandatanganan Sales Purchase Agreement (SPA) pada 5 Desember 2022.


"Nilai transaksinya akan lebih tinggi dibandingkan nilai transaksi buy back, sehingga WTR berpotensi untuk mendapatkan keuntungan atau gain yang signifikan atas transaksi tersebut. Harapannya dengan terlaksananya aksi korporasi ini, WTR selaku anak usaha Waskita Karya dapat memberikan kontribusi positif kepada Waskita, sehingga kedepannya Waskita Group dapat mencatatkan kinerja yang berkelanjutan," jelas Rudi dalam keterangan resmi, Jumat (2/12/2022).

Sebagai informasi, sepanjang t2022 WTR telah berhasil menyelesaikan aksi korporasi strategis pelepasan saham pada 3 BUJT, diantaranya jalan tol Kanci - Pejagan, Pejagan - Pemalang, dan Cimanggis - Cibitung secara parsial. Adapun total proceed atau penerimaan dari 3 transaksi tersebut mencapai Rp 7,5 Triliun.

Dalam setiap aksi korporasinya, WTR senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian melalui penerapan Good Corporate Governance ("GCG") dan dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Potret Erick Thohir Sambut Ribuan Pegawai Baru BUMN


(tep/ayh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading