Bukan Sulap, Emiten 'Lo Kheng Hong' Balikin Rugi Jadi Cuan

Market - teti purwanti, CNBC Indonesia
01 December 2022 12:54
RUPS PT Indika Energy Tbk  (CNBC Indonesia/Anastasia Arvirianty) Foto: RUPS PT Indika Energy Tbk (CNBC Indonesia/Anastasia Arvirianty)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten batubara PT Indika Energy Tbk (INDY) berhasil membalik rugi menjadi laba bersih sebesar US$ 366,91 juta setara Rp 5,77 triliun menggunakan kurs tengah BI Rp 15.742 per 30 November 2022.

INDY, yang sebagian sahamnya dipegang investor kawakan Lo Kheng Hong, mencatatkan laba bersih US$ 366,91 juta berbanding terbalik dengan posisi periode yang sama tahun lalu yang merugi US$ 5,95 juta.

Mengutip laporan keuangan, Kamis (1/12/2022) laba tersebut ditopang dari pendapatan yang melejit 57,2% dari US$ 1,99 miliar menjadi Rp 3,13 miliar setara Rp 49,31 triliun pada kuartal III/2022. Laba tersebut ditopang dari pendapatan yang melejit 57,2% dari US$ 1,99 miliar menjadi Rp3,13 miliar setara Rp 49,31 triliun pada kuartal III/2022.

Pendapatan tersebut melejit terutama peningkatan penjualan batu bara pelanggan luar negeri yang tumbuh 83,86% menjadi US$ 2,43 miliar, sementara penjualan batu bara dalam negeri turun 11,52% menjadi US$399,77 juta. Pendapatan kontrak dan jasa INDY juga meningkat 42,37% menjadi US$ 252,59 juta. Hal ini seiring peningkatan pendapatan kontrak dan jasa dari BP Berau Ltd., PT Exxon Mobil Indonesia, Star Energy Geothermal Salak, Ltd., serta PT Cabot Indonesia.

Sementara itu, beban kontrak dan penjualan INDY turut meningkat menjadi US$ 2,04 miliar dari US$ 1,47 miliar. Hal ini membuat laba kotor tetap naik signifikan menjadi US$ 1,08 miliar dari US$ 519,45 miliar.

Beban lain relatif stabil, hanya terjadi peningkatan beban umum dan administrasi signifikan 60,6% menjadi US$151 juta. Dengan begitu, INDY mencatatkan laba sebelum pajak menjadi US$ 761,24 juta tumbuh 228% dibandingkan dengan edisi 9 bulan 2021 yang sebesar US$ 232,44 juta.

Setelah dikurangi beban pajak dan tidak adanya lagi rugi bersih periode berjalan dari operasi yang dihentikan, emiten yang Presiden Direkturnya merupakan Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Arsjad Rasjid tersebut mencatatkan laba bersih periode berjalan sebesar US$ 386,49 juta dari rugi US$ 8,39 juta.

Adapun, posisi total aset INDY cenderung stabil dengan turun tipis dari US$ 3,69 miliar pada kuartal IV/2021 menjadi US$ 3,68 miliar pada kuartal III/2022. Di sisi lain, jumlah liabilitas INDY turun dari US$ 2,8 miliar pada akhir 2021 menjadi US$ 2,44 miliar pada kuartal III/2022 ini.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saat Bos INDY Blak-blakan Rencana Bisnis Tinggalkan Batu Bara


(tep/ayh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading