Orang Super Kaya Makin Malas Beli Asuransi, Ini Tandanya

Market - Ayyi Hidayah, CNBC Indonesia
30 November 2022 07:05
Infografis, Rahasia Menjadi Kaya Raya Foto: Infografis/ Rahasia Menjadi Kaya Raya/ Edward Ricardo Sianturi

Jakarta, CNBC Indonesia - Maraknya kasus asuransi yang terjadi belakangan ini membuat tren dalam membeli asuransi di Indonesia berubah drastis. Hal ini terlihat dari indikator pembayaran premi yang dilakukan oleh nasabah.

Berdasarkan data industri yang dikutip dari perusahaan asuransi jiwa Generali Indonesia, tren pembelian asuransi dengan pembayaran premi tunggal atau single premium terus merosot. Di sisi lain, akuisisi asuransi dengan pembayaran premi regular alias regular premium terus melesat.

Pada kuartal III/2021, nilai premi tunggal asuransi jiwa di Indonesia mencapai Rp 76,76 triliun. Sementara di kuartal III/2022 nilainya melemah 9,1% menjadi Rp 69,78 triliun.

Sedangkan untuk premi regular, pada kuartal III/2021 nilainya mencapai Rp 72,59 triliun. Sedangkan pada kuartal III/2022 terdongkrak 1,9% menjadi Rp 73,97 triliun.

"Hal ini menjadi indikator bahwa kualitas bisnis menjadi semakin baik. Sekarang banyak perusahaan asuransi yang mengutamakan quality before quantity. Di sisi lain, nasabah juga dalam membeli asuransi ingin sampai diujung, tidak ingin ditengah jalan tiba-tiba berhenti," ujar Edy Tuhirman CEO Generali Indonesia, dalam editors luncheon, Selasa (29/11/2022).

Fakta menarik lainnya adalah penurunan tren pembayaran premi tunggal asuransi bisa diidentikkan dengan semakin enggannya orang super kaya memiliki produk proteksi.

Patut diketahui, premi tunggal biasanya preminya relatif lebih tinggi dibandingkan premi yang dibayar secara berkala. Secara tidak langsung, umumnya yang membeli asuransi dengan pembayaran premi tunggal adalah nasabah super kaya.

"Orang super kaya nggak mikirin asuransi, karena mereka duitnya udah banyak. Punya dana sendiri untuk kesehatan, punya dokter pribadi, bahkan makan pun diatur supaya sehat. Lain halnya dengan middle class, mereka mana punya ketika berobat diminta Rp 1 miliar misalnya," jelas Edy.

Itu sebabnya tren pembayaran premi regular meningkat. Apalagi dengan adanya Pandemi Covid-19 yang banyak menyadarkan orang akan pentingnya perlindungan asuransi.

Premi regular umumnya relatif terjangkau dan dapat disesuaikan dengan kemampuan Nasabah, serta banyak diterapkan oleh kalangan menengah ke bawah.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kabar Gembira, Bumiputera Mau Bayar Klaim! Catet Tanggalnya


(ayh/ayh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading