Review Sepekan

Ramalan Cuaca Mengubah Perjalanan Batu Bara Pekan Ini

Market - mae, CNBC Indonesia
27 November 2022 07:15
Batu Bara Black Diamond (Dok: Black Diamond Resources) Foto: Batu Bara Black Diamond (Dok: Black Diamond Resources)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara kembali menanjak. Suhu Eropa yang akan lebih dingin dalam 10 hari ke depan menjadi penopang utama pergerakan pasir hitam.

Pada perdagangan Jumat (25/11/2022), harga batu bara kontrak Desember di pasar ICE Newcastle tercatat US$ 360,8 per ton. Harganya menguat 1,16%.

Dengan penguatan Jumat kemarin maka batu bara sudah mengakhiri perdagangan di zona hijau dalam tujuh hari. Dalam sepekan, harga batu bara melesat 7,06% secara point to point. Harga batu bara juga tidak pernah melemah pekan lalu.

Penguatan batu bara sebesar 7,06% pada pekan lalu juga memperpanjang tren positif mingguan. Pada dua pekan lalu, harga batu bara melonjak 12,5%.


Kenaikan harga batu bara dalam dua pekan menjadi kabar gembira. Pasalnya, harga pasir hitam ambruk selama empat pekan sebelumnya hingga sempat menyentuh ke bawah US$ 300 per ton.

Dalam sebulan, harga batu bara masih ambruk 5,8% tetapi dalam setahun terbang 95,6%.

Menguatnya harga batu bara pada pekan ini dipicu oleh dua hal yakni ancaman perusahaan Rusia Gazprom untuk menghentikan pasokan gas melalui jalur Ukraina serta proyeksi jika suhu udara Eropa akan lebih dingin pada 10 hari ke depan.
Seperti diketahui, Gazprom mengancam akan menghentikan pasokan gas melalui Ukraina
mulai Senin pekan depan (28/11/2022).

Gazprom sebelumnya telah menghentikan pasokan gas ke Eropa melalui jaringan bawah laut Nordstream 1. Namun, Gazprom masih mengirim gas melalui dua jalur yakni lewat Ukraina dan TurkStream.

Gazprom mengancam akan menghentikan pengiriman karena mereka mencurigai Ukraina telah mengalihkan pengiriman Gazprom untuk Moldova melalui jalur tersebut.

Ancaman Gazprom ini menjadi kekhawatiran karena terjadi di tengah upaya Eropa mengejar pasokan gas alam mereka untuk musim dingin. Suhu di sebagian Eropa juga akan menurun drastis dalam beberapa hari ke depan.

Dilansir dari Bloomberg, Maxar Technologies Inc memperkirakan suhu udara di Eropa akan lebih dingin dari pada prakiraan sebelumnya menjelang Desember.

Suhu yang dingin dikhawatirkan akan meningkatkan penggunaan listrik sehingga pasokan energi akan terkuras. Maxar memperkirakan suhu di sebagian besar Eropa akan lebih dingin pada dua pekan ke depan.

Suhu di Berlin diprakirakan mencapai minus (-)3,5 derajat Celcius pada 3 Desember mendatang. Suhu di kota-kota utama Eropa seperti Amsterdam, Helsinki, dan Stockholm juga akan jauh lebih dingin dibandingkan normalnya.

Pada musim gugur tahun ini, suhu di Eropa lebih hangat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sehingga membuat kawasan tersebut bisa menekan penggunaan gas.

Storage gas di Eropa kini rata-rata berada di kisaran 95%. Pasokan tersebut diperkirakan akan terkuras cepat pada 10 hari ke depan.

Beberapa wilayah Eropa semula diprakirakan akan mengalami musim dingin yang hangat seperti Spanyol, Prancis, dan Portugal. Namun, ramalan cuaca terbaru menunjukkan suhu di negara-negara tersebut akan turun drastis dalam beberapa pekan ke depan.

Sebaliknya, anomali terjadi di sebelah utara Norwegia dan Swedia karena akan mengalami musim dingin yang lebih hangat.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Anjlok 3% Pekan Lalu, Harga Batu Bara Bisa Cerah Minggu Ini


(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading