Gelapkan Dana Rp 17 T, Ini Profil Pemilik Wanaartha Life

Market - Ayyi Hidayah, CNBC Indonesia
25 November 2022 14:30
Pemegang polis WanaArtha Life menggelar Aksi Damai Sejahtera (ADS) dan Penyampaian Apresiasi kepada Hakim Agung MA, Majelis Hakim PN Jakpus, dan Kejagung RI, atas penanganan Hukum Kasasi Sita Rekening WanaArtha di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, (13/1/2022). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Pemegang polis WanaArtha Life menggelar Aksi Damai Sejahtera (ADS) dan Penyampaian Apresiasi kepada Hakim Agung MA, Majelis Hakim PN Jakpus, dan Kejagung RI, atas penanganan Hukum Kasasi Sita Rekening WanaArtha di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, (13/1/2022). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Reserse Kriminal Polri Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus telah menetapkan Presiden Direktur PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life) Yanes Yaneman Matulatuwa dan enam petinggi perusahaan sebagai tersangka kasus pemalsuan dokumen yang diberikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Belakangan muncul kabar jika Bareskrim Polri sedang mengejar aset senilai Rp 1,4 triliun yang dimiliki oleh anak bungsu dari salah satu pemilik perusahaan tersebut.

Kepala Sub Direktorat Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Bareskrim Polri Kombes Pol Ma'mun mengungkapkan, saat ini anak bungsu salah satu pemilik Wanaartha Life sedang berada di luar negeri karena memiliki rekening senilai Rp 1,4 triliun. Saat ini diduga pelaku sedang ada di Amerika Serikat (AS).

"Anaknya masih saya kejar sampai saat ini karena masih di luar negeri. Yang paling kecil punya rekening Rp 1,4 triliun," ungkapnya saat sosialisasi bertajuk Waspada Investasi dan Pinjol Ilegal di IPB University Bogor melalui YouTube, dikutip Jumat (25/11/2022).

Pengejaran aset Wanaartha terbilang besar karena menyangkut total dana kelolaan Wanaartha Life yang tembus Rp 17 triliun. Sebab, menurutnya, Wanaartha Life meskipun lembaga yang legal, namun memasarkan produk yang ilegal.

Sebagai informasi, yang menjadi tersangka kasus gagal bayar ini bukan hanya para direksi tapi juga pemilik perusahaan, di antaranya Manfred Armin Pietruschka, Evelina Larasati Fadil serta beberapa nama lain seperti Rezanantha Petruschka, Daniel Halim, Terry Kesuma dan Yosef Meni. Selain merupakan pemilik, Eveline juga merupakan Presiden Komisaris Wanaartha.

Dalam laporan keuangan terbaru untuk tahun 2019 yang terbit di laman resmi perusahaan, diketahui bahwa asuransi ini dimiliki oleh PT Fadent Consolidated Company sebesar 97,54% dan sisanya digenggam oleh Yayasan Sarana Wana Jaya. Akan tetapi tidak diketahui pemilik manfaat langsung terakhir dari perusahaan tersebut.

Berikut adalah profil dari pihak manajemen kunci Wanaartha Life

Evelina F. Pietruschka merupakan tokoh kunci perusahaan dan pernah menjabat sebagai Presiden Direktur WanaArtha Life sejak tahun 1999, sebelum akhirnya sejak Maret 2011 ditunjuk sebagai Presiden Komisaris WanaArtha Life.

Evelina memiliki kiprah panjang di industri perasuransian, terbukti dari fakta bahwa dirinya telah berkali-kali ditunjuk untuk menduduki posisi penting dalam beberapa asosiasi industri asuransi.

Mengutip informasi pada laman resmi perusahaan, pada tahun 2001 hingga 2002, Evelina ditunjuk sebagai Vice Chairman Dewan Asuransi Indonesia (DAI) dimana pada tahun 2002 hingga 2005 posisinya naik menjadi Chairman.

Pada tahun 2005, Evelina ditunjuk sebagai Ketua Umum dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) sampai dengan tahun 2011. Merangkap sebagai Ketua Umum AAJI, Evelina juga menjabat sebagai Chairman dari Federasi Asosiasi Perasuransian Indonesia (FAPI) yang merupakan induk organisasi asosiasi perasuransian nasional untuk periode 2007-2008.

Bahkan kariernya membentang hingga tingkat regional, dan sempat menjabat sebagai Sekretaris Jenderal ASEAN Insurance Council. Evelina memperoleh gelar Master dari Pepperdine University California, Amerika Serikat.

Selain karier panjang, Evelina juga memiliki sejumlah prestasi termasuk pada tahun 2009 lalu terpilih sebagai salah seorang Finalis Entrepreneur of the Year (EoY) yang diselenggarakan oleh Ernst & Young. Selain itu dia juga memperoleh penghargaan "Personality of The Year Award 2013" dari Asia Insurance Review Magazine.

Yanes Yaneman Matulatuwa pertama kali bergabung dengan WanaArtha Life sebagai Director of Risk Management & Corporate Actuary sejak November 2011, lalu sejak Juli 2014 lalu resmi diangkat sebagai Presiden Direktur.

Sama dengan Evelina, Yanes juga memiliki pengalaman panjang luar dalam di industri perasuransian Indonesia, khususnya dibidang Aktuarial. Yanes diketahui mulai berkarir tahun 1993 dan merupakan lulusan sarjana matematika Universitas Indonesia.

Sebelum di Wanaartha, Yanes sempat meniti karir di PT Asuransi Jiwa BDNI Life, AIG Lippo, Sun Life Financial dan Panin Life untuk menduduki posisi-posisi penting di bidang Aktuarial.

Sejak tahun 2006 sampai dengan 2009 lalu, Yanes menjabat sebagai Country Chief Actuary AXA Services Indonesia & Appointed Actuary untuk AXA Financial Services Indonesia dan Associate Director, Chief Actuary and Product Development di PT Asuransi CIGNA.

Daniel Halim mulai bergabung dengan WanaArtha Life sebagai Direktur Keuangan dan Investasi pada bulan Juli 2014 dan sebelum itu telah memiliki pengalaman selama lebih dari 17 tahun di pasar modal.

Sebelum bergabung dengan WanaArtha Life Daniel sempat menjabat sebagai Direktur Henan Putihrai Asset Management dari tahun 2012 hingga 2014.

Daniel juga pernah menduduki posisi sebagai Direktur di beberapa Perusahaan Pengelolaan Aset, termasuk menjadi Presiden Direktur Kim Eng Asset Management dan Direktur Utama PT Mega Nusantara Capital dari tahun 2009 hingga 2012.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ini Loh Skema yang Diinginkan Pemegang Polis Wanaartha


(ayh/ayh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading