AS Libur Thanksgiving, Bitcoin cs Malah Loyo Lagi

Market - chd, CNBC Indonesia
25 November 2022 10:05
Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Pierre Borthiry on Unsplash) Foto: Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Pierre Borthiry on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar kripto terpantau melemah pada perdagangan Jumat (25/11/2022), saat pasar keuangan Amerika Serikat (AS) sedang libur Hari Thanksgiving

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:16 WIB, Bitcoin melemah 1,45% ke posisi harga US$ 16.509,2/koin atau setara dengan Rp 258.203.888/koin (asumsi kurs Rp 15.640/US$). Sedangkan untuk Ethereum terkoreksi 1,51% ke posisi US$ 1.187,01/koin atau Rp 18.564.836/koin.

Berikut pergerakan 7 kripto utama non-stablecoin pada hari ini.

Cryptocurrency Dalam Dolar AS Dalam Rupiah Perubahan Harian (%) Perubahan 7 Hari (%) Kapitalisasi Pasar (US$ Miliar)
Bitcoin (BTC) 16.509,20 258.203.888 -1,45% -2,09% 317,25
Ethereum (ETH) 1.187,01 18.564.836 -1,51% -2,05% 145,26
BNB 297,56 4.653.838 -1,45% 9,52% 47,60
XRP 0,3918 6.128 2,41% 1,97% 19,71
Dogecoin (DOGE) 0,08131 1.272 -2,14% -5,21% 10,79
Cardano (ADA) 0,309 4.833 -3,45% -6,17% 10,64
Polygon (MATIC) 0,8333 13.033 -5,89% -5,95% 7,28

Sumber: CoinMarketCap

Bitcoin masih bertahan di kisaran US$ 16.000 pada hari ini, meski kripto cenderung terkoreksi karena investor cenderung tidak bersemangat saat mereka sedang libur Thanksgiving.

Meski begitu, investor di kripto masih menimbang rencana bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) yang bakal memperlambat laju kenaikan suku bunga acuannya.

Risalah dari pertemuan The Fed edisi November 2022 mengisyaratkan bahwa bank sentral Negeri Paman Sam tersebut melihat kemajuan dalam perjuangannya melawan inflasi tinggi dan ingin memperlambat laju kenaikan suku bunga, yang berarti kenaikannya bakal lebih kecil pada akhir tahun ini hingga 2023.

"Sebagian besar pejabat menilai bahwa perlambatan laju kenaikan kemungkinan akan segera terjadi," bunyi risalah tersebut.

Sebelumnya harapan akan mengendurnya The Fed muncul setelah tingkat pengangguran di Amerika Serikat mengalami kenaikan pada Oktober, sementara inflasi menurun.

Pasca risalah tersebut pelaku pasar langsung memperkirakan kenaikan akan terjadi sebesar 50 bp pada 14 Desember mendatang.

Mengacu pada FedWatch, sebanyak 75,8% analis memprediksikan adanya kenaikan sekitar 50 bps dan akan mengirim tingkat suku bunga acuan Fed menjadi 4,25%-4,5%.

Di lain sisi, investor kripto juga mengalihkan perhatiannya ke China, di mana kondisi pandemi Covid-19 di Negeri Panda tersebut kembali mengkhawatirkan.

Kasus Covid-19 di China kembali mencetak rekor tertinggi. Akibatnya, kota-kota secara nasional memberlakukan penguncian lokal (lockdown), pengujian massal, dan pembatasan lainnya.

China mencatat 31.444 infeksi Covid-19 lokal baru pada Rabu lalu. Jumlah ini memecahkan rekor yang ditetapkan pada 13 April lalu, ketika pusat komersial Shanghai dilumpuhkan oleh lockdown seluruh kota selama dua bulan.

Kebangkitan kembali infeksi, hampir tiga tahun setelah pandemi muncul di pusat kota Wuhan, menimbulkan keraguan pada harapan investor agar China segera melonggarkan kebijakan nol-Covid-nya.

Kebijakan tersebut nyatanya juga memicu frustrasi dan menggelapkan prospek ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Di lain sisi, investor juga masih cenderung memantau perkembangan terbaru dari kejatuhan bursa FTX. Secara terpisah, bursa kripto Binance menargetkan sebesar US$ 1 miliar untuk dana pemulihan yang diumumkan sebelumnya untuk aset kripto yang tertekan.

Hal ini dikatakan oleh CEO Binance, Changpeng "CZ" Zhao dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg TV, Kamis kemarin.

"Dana tersebut akan terbuka untuk kontribusi dari pemain industri lainnya. Jika itu tidak cukup, kami dapat mengalokasikan lebih banyak," kata CZ.

Binance AS akan membuat tawaran baru untuk pemberi pinjaman kripto, Voyager karena FTX tidak dapat menindaklanjuti dengan mengakuisisinya.

Menyusul kebangkrutan Voyager, FTX muncul sebagai pelopor untuk mengakuisisi pemberi pinjaman, dengan tawaran Binance dikatakan tertahan oleh kekhawatiran itu akan menjadi masalah keamanan nasional bagi pemerintah AS.

Di lain sisi, Komisi Sekuritas Bahama membalas tuduhan FTX yang runtuh bahwa negara tersebut telah mengarahkan akses tidak sah untuk mentransfer aset dari platform, setelah FTX mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 di AS.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Gagal 'To-The-Moon', Laju Kripto Terkoreksi Heboh Taiwan


(chd/chd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading