Bitcoin dkk Rebound Ke Zona Hijau, Akankah Bertahan Lama?

Market - chd, CNBC Indonesia
23 November 2022 10:15
Pejalan kaki melewati iklan yang menampilkan token cryptocurrency Bitcoin di Hong Kong, Selasa (15/2/2022). (Photo by Anthony Kwan/Getty Images) Foto: Pejalan kaki melewati iklan yang menampilkan token cryptocurrency Bitcoin di Hong Kong, Selasa (15/2/2022). (Photo by Anthony Kwan/Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar kripto berhasil rebound pada perdagangan Rabu (23/11/2022), di tengah cerahnya pasar saham global.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:20 WIB, Bitcoin melesat 3,2% ke posisi harga US$ 16.305,09/koin atau setara dengan Rp 255.663.811/koin (asumsi kurs Rp 15.680/US$). Sedangkan untuk Ethereum melonjak 3,33% ke posisi US$ 1.137,19/koin atau Rp 17.831.139/koin.

Sementara untuk koin digital (token) Dogecoin dan Polygon pada hari ini melompat masing-masing 5,1% dan 6,24%.

Berikut pergerakan 7 kripto utama non-stablecoin pada hari ini.

CryptocurrencyDalam Dolar ASDalam RupiahPerubahan Harian (%)Perubahan 7 Hari (%)Kapitalisasi Pasar (US$ Miliar)
Bitcoin (BTC)16.305,09255.663.8113,20%-3,37%313,30
Ethereum (ETH)1.137,1917.831.1393,33%-9,82%139,16
BNB266,874.184.5224,14%-4,04%42,69
XRP0,37055.8093,66%-3,29%18,64
Cardano (ADA)0,31164.8862,04%-8,79%10,73
Dogecoin (DOGE)0,078611.2335,10%-9,92%10,43
Polygon (MATIC)0,848413.3036,24%-9,89%7,41

Sumber: CoinMarketCap

Bitcoin kembali ke kisaran US$ 16.000 pada hari ini, setelah sempat terkoreksi ke kisaran US$ 15.000 dalam beberapa hari terakhir.

Pergerakan kripto hari ini cenderung sejalan dengan pergerakan pasar saham global yang terpantau cerah, jelang libur Thanksgiving di Amerika Serikat (AS).

"Wall Street sebagian besar hijau hari ini dan itu telah memberikan sedikit dorongan untuk kripto," kata Edward Moya, analis pasar senior di Oanda, dikutip CoinDesk, Selasa (22/11/2022).

Hal ini juga terjadi di tengah harapan bahwa bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) akan mengurangi laju kenaikan suku bunga acuannya dalam pertemuan mendatang, meski hal ini masih diperdebatkan oleh pasar.

Pada Senin awal pekan ini, Presiden The Fed Cleveland, Loretta Mester telah mengatakan bahwa data inflasi baru-baru ini menjanjikan dan dia akan mendukung pengurangan kenaikan suku bunga ke depan. Hal ini menandakan bahwa The Fed segera mencapai tingkat terminalnya, antara 4% dan 5%.

Saat ini, investor terus memantau pesan dari pejabat The Fed, setelah pekan lalu ketika mereka menilai kembali optimisme karena adanya kemungkinan perlambatan inflasi.

Namun pada pertemuan Desember mendatang, pasar memprediksi The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuannya.

Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME Group, probabilitas suku bunga naik 50 basis poin (bp) menjadi 4,25% - 4,5% pada Desember kini sebesar 80,6%, sementara naik 25 bp menjadi 4,5% - 4,75% sebesar 19,4%.

"Bitcoin kembali di atas level US$ 16.000, tetapi masih tetap berada di zona bahaya karena semua orang menanti dampak dari kejatuhan FTX dan tampaknya para trader sudah memperkirakan kebangkrutan Genesis. Penularan untuk FTX akan berdampak pada banyak orang, tetapi tampaknya katalis baru diperlukan bagi investor untuk mengambil kendali," ujar Moya.

Bitcoin sempat merosot ke level terendahnya dalam dua tahun terakhir pada Senin lalu, di tengah kekhawatiran atas nasib Genesis Global, sebuah perusahaan perdagangan dan pinjaman kripto yang pernah menjadi perkasa, yang dilaporkan sedang dalam pembicaraan untuk meningkatkan modal baru setelah menghentikan penarikan pelanggan minggu lalu.

Genesis menjadi korban terbaru dari kejatuhan bursa kripto FTX. Meskipun Bitcoin mulai pulih dari koreksi, tetapi investor masih tetap gelisah.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bitcoin Masih Mager, Tapi Kripto Satu Ini Malah Meroket 9%


(chd/chd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading