BEI Menuju 900 Perusahaan Tercatat

Market - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
24 November 2022 12:41
Karyawan beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/11/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut  jumlah investor pasar modal telah meningkat 33,53% dari 7,48 juta di akhir tahun 2021 menjadi 10 juta pada 3 November 2022. Secara komposisi umur sebesar 60% didominasi oleh investor di bawah 30 tahun. Tidak berhenti di situ, investor juga didominasi oleh lulusan SMA ke bawah. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Karyawan beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/11/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut  jumlah investor pasar modal telah meningkat 33,53% dari 7,48 juta di akhir tahun 2021 menjadi 10 juta pada 3 November 2022. Secara komposisi umur sebesar 60% didominasi oleh investor di bawah 30 tahun. Tidak berhenti di situ, investor juga didominasi oleh lulusan SMA ke bawah. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, jumlah perusahaan tercatat atau emiten di pasar modal hingga saat ini sebanyak 820 perusahaan. Direktur Utama Iman Rachman menyebut, target emiten tahun ini sebenarnya sebanyak 55 emiten. Namun, BEI perkirakan emiten yang melantai di bursa akan lebih dari itu.

"Jumlah emiten kita sampai hari ini, perusahaan tercatat sudah 820 perusahaan. Tahun ini saja 54 perusahaan baru. Target kami tahun ini 55 emiten. Ada 1 emiten saja yang listing target tercapai. Tapi mungkin 58-60 di akhir tahun. Pipeline kita saat ini ada 41," kata Iman dalam acara CEO Network secara virtual, Kamis (24/11/2022)

Iman menjabarkan, dari sebanyak 820 emiten tersebut tersebar di tiga papan bursa. Diantaranya, papan akselerasi untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebanyak 23 perusahaan, papan pengembangan dengan porsi 53% sebanyak 450 emiten, dan papan utama dengan porsi sebesar 43% sebanyak 350 emiten.

Iman melanjutkan, rencananya pada akhir tahun atau awal tahun 2023 mendatang akan ada satu papan lagi yaitu papan new ekonomi. Tujuan papan tersebut dibuat karena maraknya perusahaan digital yang potensial namun belum mencatat kinerja yang untung.

"Jadi kita upayakan. Karena setara dengan papan utama," imbuhnya.

Kedepan, BEI akan melakukan pengembangan dan penyempurnaan layanan. Hal ini perlu dukungan pihak terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan SRO di pasar modal. Pengembangan layanan juga mencakup tiga hal yaitu dari sisi suplai atau emiten, produk, dan peningkatan investor.

"Yang paling penting mengenai infrastruktur. Sebagai info 2024 rencananya pembaharuan platform perdagangan dan pengawasan. Saat ini kapasitas jaringan perlu untuk mengantisipasi penambahan jumlah investor dan transaksi yang ada kedepannya," jelasnya.

Iman menambahkan, pada Agustus 2022 lagi, OJK telah memberikan izin terkait produk waran terstruktur yang diterbitkan satu perusahaan sekuritas. Saat ini produk waran ada 3 seri yaitu, Adaro Energy, Unilever Indonesia, dan Telkom "Kedepannya akan ada 5 waran lagi, BCA underlying, Mandiri, Antam, PGAS, dan Merdeka Cooper," imbuhnya.

Sementara, dari segi perlindungan investor, pihaknya juga melakukan inisiatif melakukan pengawasan dalam menjaga dan menyeleksi perusahaan yang akan listing. Hal itu dilihat berdasarkan harga kewajaran saham yang diperdagangkan.

"Apabila tertangkap di sistem ada perdagangan semu menanyakan apakah ada aksi korporasi sehingga harga sahamnya meningkat," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pabrikan Laptop Hingga Bisnis Telco, Cek 10 Calon Emiten BEI!


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading