Menanti Risalah The Fed, Wall Street Dibuka Cerah

Market - Aulia Mutiara Hatia Putri, CNBC Indonesia
23 November 2022 21:46
In this photo provided by the New York Stock Exchange, trader Americo Brunetti works on the floor, Thursday, March 25, 2021. Stocks are wobbling in afternoon trading Thursday as a slide in technology companies is being offset by gains for banks as bond yields stabilize.(Courtney Crow/New York Stock Exchange via AP) Foto: AP/Courtney Crow

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar saham Amerika Serikat (AS) dibuka menghijau pada perdagangan Rabu (23/11/2022) pagi waktu New York, di tengah penantian investor menunggu risalah pertemuan Fed sebagai petunjuk tentang laju kenaikan suku bunga di masa depan.

Dow Jones Industrial Average naik 44 poin, atau 0,13%, sementara S&P 500 naik 0,03% dan Nasdaq Composite naik 0,11%.

Data klaim pengangguran datang lebih tinggi dari yang diharapkan, tercatat 240.000 untuk pekan yang berakhir 19 November di mana ekonom memperkirakan 225.000. Ini menandakan bahwa pasar tenaga kerja mulai melemah.

Namun, pada saat yang sama, pesanan barang tahan lama untuk bulan Oktober lebih kuat dari yang diperkirakan, sebesar 1%, lebih tinggi dari perkiraan 0,5%.

"Psikologi investor tetap optimis mendorong reli di pasar ini" kata Eugene Profit, CEO di Profit Investments, Selasa di Closing Bell: Overtime yang dikutip CNBC International

"Memasuki pertemuan Fed berikutnya, saya pikir Fed mungkin akan sedikit memoderasi bahasa mereka, dan saya pikir investor ingin tetap optimis, dan mengabaikan banyak tantangan di pasar ini," tambahnya.

Dari sisi ekonomi, investor akan meninjau risalah pertemuan Fed terbaru pada hari Rabu untuk wawasan tentang pendekatan bank sentral terhadap kebijakan moneter menjelang pertemuan Desember.

Sebelumnya pada bulan November, bank sentral menyetujui kenaikan 0,75 poin persentase keempat berturut-turut yang membawa suku bunga ke level tertinggi sejak 2008. Ekonom memperkirakan kenaikan setengah poin persentase pada bulan Desember, dan kenaikan suku bunga yang lebih kecil tahun depan.

Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME Group, probabilitas suku bunga naik 50 basis poin (bps) menjadi 4,25% - 4,5% pada Desember kini sebesar 75,8%, sementara naik 25 bps menjadi 4,5 - 4,75% sebesar 24,2%.

Selain itu, investor akan mengurai data klaim pengangguran terbaru. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan klaim sebesar 225.000 untuk pekan yang berakhir 19 November, sedikit meningkat dari 222.000 klaim awal pada minggu sebelumnya.

Mereka juga mengharapkan data terbaru barang tahan lama dan penjualan rumah baru di bulan Oktober. Barang tahan lama di bulan Oktober diperkirakan naik 0,5% dari bulan sebelumnya, menurut perkiraan dari Dow Jones.

Pasar akan tutup pada hari Kamis untuk liburan Thanksgiving dan akan tutup lebih awal pada hari Jumat mendatang.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Artikel Selanjutnya

5 BUMN China Hengkang Dari Wall Street


(aum/aum)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading