Awas! Muncul Transaksi Nego Misterius Saham BBYB

Market - Putra, CNBC Indonesia
23 November 2022 16:03
Emiten bank digital, PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) meraih dana Rp 2,5 triliun melalui penambahan modal dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMTED) atau rights issue. Foto: Suasana digital lounge Bank Neo Commerce di Ashta SCBD (Dok.BNC)

Jakarta, CNBC Indonesia- Muncul transaksi misterius di pasar negosiasi di saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) pada perdagangan hari ini.

Tercatat pada pukul 9:36 WIB terjadi transaksi sebesar 3,3 juta lot saham BBYB di harga Rp 900/unit dengan nilai transaksi sebesar Rp 297 miliar.

Jumlah tersebut setara dengan 3,5% dari total seluruh saham BBYB yang beredar.

Sontak saja pasar merespons positif munculnya transaksi negosiasi tersebut di  mana saham BBYB berhasil naik 8,05% pada perdagangan hari ini ke level Rp 940/unit.

Transaksi BBYB juga tergolong ramai dari biasanya di angka Rp 144 miliar dengan frekuensi 11 ribu kali transaksi.

Transaksi negosiasi muncul di tengah kabar bahwa BBYB bakal menggelar aksi korporasi lanjutan. Setelah rights issue yang tengah dijalankan saat ini, BBYB bakal kembali menghelat private placement.

"Rencananya semester pertama tahun depan," ujar Direktur Utama BBYB Tjandra Gunawan belum lama ini.

Seperti diketahui, BBYB tengah menghelat rights issue. Perusahaan akan melepas sebanyak-banyaknya 2,61 miliar saham di harga Rp 650 per saham.

Sehingga, BBYB akan meraup dana segar Rp 1,7. Namun, nilai ini sejatinya lebih rendah dari target awal, Rp 5 triliun. Manajemen memutuskan untuk menurunkan nilai emisi mempertimbangkan kondisi pasar yang sedang kurang bersahabat.

Di satu sisi, BBYB sejatinya tengah dalam posisi untuk menambah modal menjadi sekitar Rp 7 triliun. Per September 2022, modal BBYB sebesar Rp 2,1 triliun.

Atas dasar itu, perusahaan memutuskan untuk menggelar serangkaian aksi korporasi hingga tahun depan. Termasuk, private placement di paruh pertama 2023 yang kemudian dilanjutkan rights issue dengan target perolehan dana Rp 3 triliun di paruh waktu berikutnya.

Terkait apakah pemegang saham yang sudah ada (existing) bakal berkontribusi dalam private placement, manajemen BBYB belum bisa memutuskan. "Kita buka, melihat animo yang ada," imbuh Tjandra.

"Ini masih wacana. Belum finalisasi. Kalau ditanya apakah ada rencana, ada," sambung Tjandra.

Asal tahu saja, PT Akulaku Silvrr Indonesia (Akulaku) adalah pemegang saham BBYB. Pionir buy now pay later ini merupakan pemegang 25,39% saham BBYB. Akulaku masuk dalam jaringan Alibaba melalui Ant Group, sayap finansial perusahaan teknologi milik Jack Ma.

Seperti diketahui, BBYB masih mencatat kerugian. Akumulasi kerugian selama sembilan bulan pertama tahun ini mencapai Rp 601,2 miliar, naik lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 264,7 miliar.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kode Broker & Data Jual-Beli Investor Asing Hilang dari BEI


(trp/trp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading