Ini Bank Emas Yang Mau Dibikin RI

Market - Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
20 November 2022 11:40
Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo) Foto: Koin Emas Dirham (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana pemerintah untuk membentuk bank emas atau bullion bank mendapat apresiasi oleh beberapa ekonom. Meski begitu, ekonom menyarankan supaya pemerintah dapat memasukkannya ke bursa pasar emas di London.

Ini sebagai upaya Indonesia untuk merebut pangsa pasar dunia. "Regulasi harus jelas, mungkin ada baiknya masuk ke dalam anggota LBMA (London Bullion Market) agar lebih mendapatkan kepercayaan user (nasabah)," ujar Analis DCFX Futures Lukman Leong kepada CNBC Indonesia, dikutip Jumat (18/11/2022).

Sebagai informasi, LBMA merupakan asosiasi pedagang logam mulia, dimana tugas mereka adalah mensertifikasi mutu dan standar produksi pabrik emas/perak di seluruh dunia. Batangan emas LBMA setidaknya harus memiliki standar kemurnian minimal 995,0 atau 99,5%.

Adapun syarat untuk menjadi anggota LBMA kata Lukman minimal operasional bullion bank harus berjalan satu tahun terlebih dahulu. Dengan masuknya bullion bank menjadi anggota LBMA nantinya, keuntungan untuk mendapatkan akses pasar lebih besar, dan akan mudah dipercaya oleh calon investor.

Lukman juga menjelaskan, dalam menjalankan operasional bank emas nantinya, Indonesia disarankan untuk bisa meniru skema bank emas di Singapura. Mengingat saat ini, menurut catatan pemerintah, banyak investor yang justru memarkirkan emasnya di Singapura.

"Kalau untuk ditiru, hal seperti ini tujuannya untuk cutting cost, supaya tidak perlu diparkir di Singapura, sehingga bisa bersaing dalam hal biaya. Saya kira itu yang akan dilihat user (nasabah)," jelas Lukman.

Namun yang terpenting dalam membentuk aturan bank emas ini akan sangat tergantung pada kepercayaan calon investor atau nasabah itu sendiri. Sehingga perlindungan konsumen menjadi penting.

Senada, Analis Sinarmas Futures Ariston Tjendra menjelaskan, salah satu aktivitas bullion bank adalah tempat penyimpanan emas digital, dengan memastikan kualitas dan kuantitas fisik yang disimpan oleh para pedagang fisik emas digital.

Ke depannya, kata Ariston industri perdagangan emas digital ini nantinya bisa menggunakan bank bullion baru tersebut untuk mendukung aktivitas transaksinya.

"Pemerintah pastinya akan membuat bank ini sangat layak sebagai tempat penyimpanan emas. Ada banyak bank bullion yang bisa dijadikan standar acuan seperti bank-bank bullion yang menjadi anggota LBMA," jelas Ariston.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Masuk RUU PPSK, RI Bakal Segera Punya Bank Emas!


(Verda Nano Setiawan/ayh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading