Gelombang PHK RI Semakin Ramai, Pertanda Apa?

Market - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
18 November 2022 17:25
Dilanda Badai PHK, Investasi Perusahaan Teknologi Masih Menarik? (CNBC Indonesia TV) Foto: Dilanda Badai PHK, Investasi Perusahaan Teknologi Masih Menarik? (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ramalan ekonomi tidak baik-baik saja memang disebutkan terjadi pada tahun depan. Namun, sejumlah perusahaan sudah lebih dulu mengantisipasi dampak kondisi tahun depan dengan cara efisiensi karyawan. 

Terbaru, ada emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan untuk memutuskan mengambil keputusan sulit untuk melakukan perampingan karyawan sebanyak 1.300 orang atau sekitar 12% dari total karyawan tetap.

Keputusan berat tersebut terpaksa dilakukan oleh manajemen, lantaran tantangan makro ekonomi global juga berdampak signifikan bagi para pelaku usaha di seluruh dunia. Sehingga, perusahaan harus mengakselerasi upaya untuk menjadi bisnis yang secara finansial mampu mandiri dan tumbuh secara sustainable dalam jangka panjang.

Hal ini dilakukan antara lain dengan memfokuskan diri pada layanan inti, yaitu on-demand, e-commerce dan financial technology.

Selain itu, ada pula beberapa emiten yang diketahui melakukan PHK. Ini daftarnya.

Indosat Ooredoo Hutchison

Indosat Ooredoo Hutchison memutuskan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 300 orang karyawannya. Pemutusan ini menjadi yang kedua kalinya dalam dua tahun terakhir.

Director & Chief of Human Resources Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Irsyad Sahroni mengungkapkan, alasannya untuk meningkatkan kelincahan dan bertumbuh lebih cepat sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan pasar saat ini.

Menurutnya, inisiatif reorganisasi sangat penting untuk keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis perusahaan ke depan. Inisiatif rightsizing ini didasarkan pada strategi bisnis ke depan dan pertimbangan yang komprehensif.

Jasindo

PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), anggota holding BUMN asuransi dan pembiayaan di bawah Indonesia Financial Group (IFG) melakukan perampingan bisnis termasuk dengan pengurangan karyawan (PHK). Hingga saat ini, Jasindo belum memberikan keterangan resmi berapa banyak karyawan yang di-PHK.

Namun, langkah tersebut diambil untuk membawa kondisi perusahaan lebih baik.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, langkah pengurangan karyawan merupakan bagian dari transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memperbaiki kinerja perusahaan.

"Jadi mereka kan lagi melakukan transformasi SDM membuat perusahaannya semakin mobilitasnya lebih tinggi," ujarnya kepada wartawan, Kamis (17/11/2022).

Shopee

Gelombang PHK di Shopee berlanjut. Untuk ketiga kalinya tahun ini, Shopee mengambil langkah PHK massal.

Berdasarkan laporan media dan unggahan media sosial pegawai yang di PHK, Shopee mulai melakukan PHK gelombang ketiga pada Senin 14 November 2022. Shopee padahal baru melepas ratusan pegawai pada September.

Pada gelombang PHK ini, pegawai yang terimbas sebagian besar berasal dari divisi sumber daya manusia (SDM) serta pembelajaran dengan pengembangan.

Tidak seperti kebijakan PHK sebelumnya, Straits Times melaporkan bahwa kali ini Shopee mengambil langkah yang lebih senyap tanpa diketahui oleh banyak orang.

Salah seorang pegawai Shopee di Indonesia yang terkena PHK, lewat LinkedIn, menyatakan bahwa "posisi saya terimbas oleh PHK Shopee kedua". Posisi pegawai ini sebelumnya adalah Learning Business Partner di Shopee Academy.

Catatan Pemerintah
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah mengatakan, kasus PHK di Indonesia sepanjang tahun 2021 mencapai 127.085 orang, turun signifikan dibandingkan tahun 2020 yang mencapai 386.877 orang. Dan, di tahun 2019 tercatat ada 18.911 orang terkena PHK.

"Sepanjang Januari-September 2022, jumlah kasus PHK tercatat 10.765 orang," kata Menaker saat rapat dengan Komisi IX DPR, dikutip Kamis (10/11/2022).

Merespons data Kemenaker itu, Ketua Umum Asosiasi Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengatakan, data yang disebutkan Menaker adalah hanya untuk pekerja tetap.

Sementara ada banyak pekerja bukan tetap yang menjadi korban PHK.

"10 ribu itu (data Kemenaker) PHK karyawan tetap. Banyak yang karyawan kontrak di-terminate kontraknya, ini tidak termasuk data PHK-nya Kemenaker (Kementerian Ketenagakerjaan)," kata Redma.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Grand Inna Disulap Jadi KEK, Korban PHK Boleh Bekerja Lagi


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading