Dapat Kucuran Rp 7,4 T, Ini List Program Kementerian KBUMN

Market - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
18 November 2022 15:05
A worker walks past inside the Asian Development Bank (ADB) headquarters in Manila June 17, 2009. REUTERS/Cheryl Ravelo/Files Foto: REUTERS/Cheryl Ravelo

Jakarta, CNBC Indonesia - Asian Development Bank (ADB) telah memberikan pinjaman berbasis kebijakan senilai US$ 500 juta untuk mendukung reformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia.

Pinjaman tersebut akan mencakup subprogram pertama di bawah Program Reformasi Badan Usaha Milik Negara (State-Owned Enterprises' Reform Program), yang akan membantu Indonesia untuk meningkatkan efisiensi dan resiliensi BUMN, serta memperkuat kerangka tata kelola perusahaannya.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengungkapkan, ADB memandang reformasi struktural yang dilakukan oleh BUMN sangat bagus. Sehingga, pinjaman tersebut merupakan bentuk mengapresiasi dari ADB.

Menurutnya, ADB melihat ketika ditengah pandemi, semua langkah-langkah transformasi yang dilakukan oleh BUMN sebagian besar berhasil, sehingga mereka berinisiatif untuk memberikan dukungan program ke APBN.

"Jadi dana itu tidak diberikan ke Kementerian BUMN. Jadi ke APBN," ujarnya kepada wartawan, Jumat (18/11/2022).

Arya menyebut, dana tersebut merupakan kontribusi yang dilakukan oleh Kementerian BUMN ke BUMN-BUMN yang sudah melakukan transformasi. Namun, dana tersebut tidak diberikan langsung oleh kepada BUMN, melainkan kepada APBN.

"Itu adalah bagian dari penghargaan mereka terhadap langkah-langkah yang dilakukan oleh BUMN, dan mereka menghargai itu. Jadi ini sumbangan juga dari yang telah dilakukan BUMN dalam melakkan transformasi," pungkasnya.

Sebagai informasi, program tersebut selaras dengan Peta Jalan BUMN 2020-2024 yang menyeluruh dan ambisius. Program itu memperkenalkan serangkaian reformasi untuk mentransformasikan BUMN dan memastikan kontribusinya terhadap cita-cita Indonesia menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2045.

"BUMN dapat berperan sangat penting dalam mendorong pemulihan dari pandemi COVID-19 yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia," kata Yurenda Basnett, Spesialis Manajemen Publik Senior ADB untuk Asia Tenggara.

"Namun, agar dapat memberikan nilai yang lebih besar bagi masyarakat, kelemahan struktural BUMN harus diatasi. ADB senang dapat ikut serta dalam mendukung upaya pemerintah mereformasi BUMN," sebutnya.

Program tersebut akan mendukung pengurangan jumlah BUMN, sekaligus mensyaratkan BUMN untuk fokus pada operasi intinya sehingga BUMN menjadi layak secara keuangan dan dapat menyediakan layanan publik esensial secara efisien. Program ini juga mendukung langkah-langkah peningkatan kualitas dewan direksi BUMN, memperkuat pemantauan dan keterbukaan keuangan, serta membantu BUMN bertransisi ke model usaha yang kompatibel dengan iklim.

KfW, bank pembangunan Jerman, akan memberi pembiayaan bersama (cofinancing) dengan pinjaman yang nilainya setara € 300 juta (US$ 295,8 juta).

Indonesia memiliki lebih dari 100 BUMN pada 2021, dengan aset keseluruhan senilai $610 miliar, setara dengan sekitar 53% produk domestik bruto Indonesia. BUMN menyediakan beragam layanan publik, termasuk listrik, obat-obatan, layanan navigasi udara, distribusi pangan, dan logistik.

BUMN merupakan sumber pendapatan negara yang penting melalui pembayaran dividen dan pajak. BUMN telah menjadi garda depan dalam merespons pandemi COVID-19 dan merupakan pilar utama dalam implementasi rencana Pemulihan Ekonomi Nasional.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Anda Mau Dapat Pinjaman Rp10 Juta dari Pegadaian? Ini Caranya


(rob/ayh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading