Adaro Energy (ADRO) Masuk Bisnis EBT, Nasib Batubara Gimana?

Market - teti purwanti, CNBC Indonesia
18 November 2022 13:50
Presiden Direktur PT Adaro Energy Indonesia Garibaldi Thohir saat memberi sambutan di acara HUT ke-30 PT Adaro Energy Indonesia di Jakarta, Kamis (20/10/2022).  Dalam sambutannya ia mengungkapkan pihaknya berkomitmen dalam pengembangan ekonomi hijau. (Dok. Adaro) Foto: Presiden Direktur PT Adaro Energy Indonesia Garibaldi Thohir saat memberi sambutan di acara HUT ke-30 PT Adaro Energy Indonesia di Jakarta, Kamis (20/10/2022). Dalam sambutannya ia mengungkapkan pihaknya berkomitmen dalam pengembangan ekonomi hijau. (Dok. Adaro)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) memiliki komitmen yang kuat dalam membangun Adaro yang lebih hijau melalui pilar Adaro Green, yang fokus pada pengembangan berbagai sumber energi baru terbarukan.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (18/11/2022) ADRO melalui anak usahanya, PT Adaro Power (AP) bersama Total Eren S.A., telah menandatangani Surat Penunjukan (Letter of Intent) dengan PT PLN (Persero). Konsorsium AP dan Total Eren S.A. telah ditetapkan sebagai Pemenang Lelang dan pengembang pembangunan Proyek Pembangkit Listrik Swasta Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tanah Laut 70 MW dengan Sistem Penyimpanan Energi Baterai 10 MW/10 MWh (Proyek).

Presiden Direktur PT Adaro Energy Indonesia Tbk (Adaro) Garibaldi Thohir mengatakan Adaro terus berupaya melakukan transformasi dan tumbuh menjadi perusahaan yang lebih ramah lingkungan.

"Proyek ini menunjukkan komitmen kami dalam membangun Adaro yang lebih hijau melalui pilar Adaro Green, yang fokus pada pengembangan berbagai sumber energi baru terbarukan. Selain itu, proyek ini juga akan semakin meningkatkan kontribusi Adaro untuk masa depan Indonesia yang lebih hijau," tuturnya.

Direktur PT Adaro Power Mustiko Bawono mengatakan, Adaro Power dan mitra, Total Eren merasa bersyukur telah berhasil memenangkan proyek PLTB Tanah laut dengan kapasitas 70 MW.

"Dengan dukungan dan kerja keras dari instansi finansial serta mitra kontraktor dan pabrikan, kami berharap bahwa proyek strategis ini dapat mendukung pemerintah dan PLN mencapai target bauran energi baru terbarukan di Indonesia," ucapnya.

Managing Director Total Eren Australia & Indonesia, Kam Tung Ho mengatakan, pihaknya turut berterima kasih kepada PLN atas kesempatan untuk menunjukkan komitmen dalam pengembangan PLTB Tanah Laut.

Dirinya menambahkan, Total Eren adalah produsen listrik swasta energi terbarukan terkemuka Prancis dengan lebih dari 3,7 GW aset energi terbarukan yang telah beroperasi atau sedang dalam konstruksi secara global.

Di kawasan Asia-Pasifik, Total Eren memiliki lebih dari 1,1 GW proyek pembangkit listrik tenaga angin dan surya dan kami sangat antusias
untuk mencapai tonggak sejarah khusus ini bersama mitra kami Adaro Power dan PLN.

"Kami sangat menantikan dimulainya pembangunan PLTB Tanah Laut. Total Eren telah menginisiasi pengembangan proyek ini selama tujuh tahun terakhir dengan proses tender yang kompetitif," ujarnya.

Konsorsium tersebut terpilih sebagai pemenang lelang setelah memberikan penawaran tarif listrik per kilo Watt hour (kWh) terendah kepada PT PLN (Persero). Tarif ini merupakan tarif terendah dalam sejarah pembangunan PLTB di Indonesia.

Sebelumnya, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, dalam keterangan resmi menyebutkan penetapan pemenang sebagai pengembang proyek merupakan salah satu milestone penting untuk menuju tahapan selanjutnya yaitu penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) dan Financial Close.

Darmawan mengatakan, sesuai arahan pemerintah, PLN terus mendorong target net zero emissions pada 2060. Oleh karena itu, potensi angin yang cukup besar di daerah Tanah Laut, Kalimantan Selatan, akan dimaksimalkan pemanfaatannya dengan pembangunan PLTB.

Dirinya menambahkan, PLN melakukan sejumlah inisiatif dalam mendukung agenda transisi energi yang dicanangkan pemerintah. Salah satunya melalui penambahan pembangkit hijau dengan memanfaatkan potensi energi baru terbarukan (EBT) yang ada di daerah-daerah.

PLTB dengan kapasitas 70 MW yang dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi baterai atau Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 10 MWh ini ditargetkan dapat memperkuat pasokan listrik di sistem interkoneksi Kalimantan pada tahun 2024.

Kehadiran PLTB Tanah Laut diharapkan dapat berperan dalam mengurangi emisi CO2
sebesar 220.000 ton per tahun dan berkontribusi dalam pencapaian target pengurangan emisi CO2 secara nasional sebesar 34,8%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bos Adaro Bocorkan Masa Depan Industri Batu Bara


(tep/ayh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading