Rudal Putin Terbangkan Harga Emas ke Level Tertinggi 3 Bulan

Market - Maesaroh, CNBC Indonesia
16 November 2022 06:45
Emas Foto: Pexels/Zlataky

Jakarta, CNBC Indonesia - Kembali memanasnya perang Rusia-Ukraina membuat harga emas melonjak. Dampak perang Rusia-Ukraina untuk sementara juga mampu meredam efek negatif dari ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Pada perdagangan Rabu (16/11/2022) pukul 06:12 WIB, harga emas dunia di pasar spot memang nyaris tidak bergerak karena hanya melandai 0,004% ke posisi US$ 1.778,19 per troy ons. Kendati melandai, harga emas ada dalam level tertingginya sejak pertengahan Agustus lalu.

Harga emas juga terus menguat sejak Kamis pekan lalu hingga Selasa pekan ini. Pada perdagangan Selasa (15/11/2022), harga emas menguat 0,36% ke US$ 1.778,25 per troy ons. Posisi tersebut adalah yang tertinggi sejak 15 Agustus 2022 atau dalam tiga bulan terakhir.



Dalam sepekan, harga emas masih menguat 4,2% secara point to point. Dalam sebulan, harga emas juga melonjak 7,8% sementara dalam setahun anjlok 3,9%.
Emas melonjak setelah r
udal Rusia dilaporkan menghantam negara anggota NATO, Polandia. Dua warga dilaporkan tewas.

Mengutip Reuters, ini terjadi pasca Rusia melakukan rentetan serangan ke kota-kota Ukraina kemarin, Selasa (15/11/2022), waktu setempat. CNBC International menulis, sedikitnya 85 rudal yang ditembakkan Rusia.

Associated Press (AP)mengutip seorang pejabat intelijen mengatakan ledakan terjadi di desa Przewodow, Polandia timur.

Sementara itu, radio lokal ZET Polandia juga memberikan laporan dua rudal "nyasar" ke wilayah Przewodow dan menewaskan dua orang. Desa ini berjarak 6 km (3,5 mil) dari perbatasan dengan Ukraina.

Perkembangan perang Rusia-Ukraina menguntungkan emas. Sang logam mulai merupakan aset aman yang akan dicari banyak orang ketika terjadi ketegangan geopolitik atau meningkatnya ketidakpastian global.

"Ledakan mungkin sebuah kesalahan. Tetapi hal itu sudah membuat pelaku pasar nervous meskipun itu tidak cukup mampu membuat harga emas melesat tajam," tutur analis dari Heraeus Precious Metals Tai Wong, dikutip dari Reuters.

Analis dari FXTM, Lukman Otunuga, mengatakan emas memang memperkirakan emas akan terus menguat hingga menembus titik resistance nya di US$ 1.800 per troy ons.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Terima kasih AS & Sekutunya, Harga Emas Naik Hari Ini


(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading