Top! Rupiah Berhasil Libas Dolar AS, Semoga Tahan Lama...

Market - Aulia Mutiara Hatia Putri, CNBC Indonesia
09 November 2022 15:17
Petugas menghitung uang  dolar di tempat penukaran uang Dolarindo, Melawai, Blok M, Jakarta, Senin, (7/11/ 2022) Foto: Ilustrasi Dolar dan Rupiah. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rupiah mampu mencatat penguatan melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (9/11/2022), serangkaian rilis data positif dari dalam negeri mampu memberikan sinyal positif bagi rupiah.

Mengacu pada data Refinitiv, Mata Uang Garuda menguat pada pembukaan perdagangan sebesar 0,29% ke Rp 15.650/US$. Pukul 11:00 WIB, rupiah melanjutkan penguatannya menjadi 0,31% ke Rp 15.646/US$.

Kemudian, rupiah mengakhiri perdagangan hari ini di Rp 15.658/US$, menguat 0,24% di pasar spot. Penguatan-penguatan ini membawa rupiah menjauh dari level tertingginya selama 2,5 tahun terakhir pada 3 November lalu di 15.695/US$.

Rupiah berhasil mempertahankan penguatannya di saat indeks dolar AS saat ini sedang babak belur akibat ekspektasi mengendurnya laju kenaikan suku bunga. Sepekan indeks dolar sudah ambruk 2%.

Pukul 15:00 WIB, indeks dolar AS yang mengukur kinerja siĀ greenbackĀ terhadap enam mata uang dunia lainnya terpantau menguat tipis 0,05% ke posisi 109,69.

Saat ini, para investor global masih menantikan rilis data ekonomi dari Negeri Paman Sam, yakni data inflasi per Oktober 2022 yang dijadwalkan akan diumumkan pada Kamis 10 November 2022 malam waktu Indonesia.

Investor cenderung masih khawatir bahwa laporan inflasi nantinya justru akan memberikan sinyal lebih lanjut tentang seberapa jauh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve/The Fed, menjaga agresivitas menaikkan suku bunga untuk menurunkan inflasi.

Laporan inflasi yang semakin panas dapat memberi sinyal kepada investor bahwa poros dari periode suku bunga yang lebih tinggi yang berkepanjangan mungkin tidak akan segera terjadi.

Dari dalam negeri, datang dari rilis makroekonomi yang makin menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini baik-baik saja.

Bank Indonesia (BI) melaporkan IKK Oktober sebesar 120,3, lebih tinggi dari bulan sebelumnya 117,2. IKK menggunakan angka 100 sebagai ambang batas antara zona optimis dan pesimis. Di atasnya 100 artinya optimis, semakin tinggi tentunya semakin bagus.

Saat konsumen semakin optimistis, maka belanja bisa mengalami peningkatan yang pada akhirnya mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Seperti diketahui, belanja rumah tangga merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, di kuartal III-2022 kontribusinya lebih dari 50%.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan realisasi produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal III-2022 tumbuh 5,72% (year on year (yoy). Rilis tersebut sedikit lebih tinggi dari proyeksi pemerintah 5,7%, dan Bank Indonesia (BI) 5,5%.

Kendati demikian, tekanan inflasi pada Desember 2022 dan Maret 2023 diperkirakan akan meningkat. Hal tersebut didorong oleh kenaikan harga bahan baku serta kenaikan permintaan karena akan menghadapi Natal.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Artikel Selanjutnya

Bisa Kasih Nafas Lega, Rupiah Mampu Menguat Hari Ini!


(aum/aum)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading