Sesi II, IHSG Berpotensi Ngegas Lagi

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
03 November 2022 13:05
Karyawan melintas di samping layar elektronik yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/10/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Karyawan melintas di samping layar elektronik yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/10/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses rebound dari koreksi pada sesi I perdagangan Kamis (3/11/2022).

IHSG menguat 0,25% ke 7.033,42 hingga istirahat siang. IHSG sempat terlempar keluar level psikologis 7.000 dan terlempar ke posisi terendah di 6.962,85. Meskipun rebound, tetapi mayoritas saham mengalami penurunan. Statistik perdagangan mencatat ada 256 saham yang turun dan 252 saham yang menguat.

Semalam Wall Street bergerak sangat volatile. Indeks saham acuan sempat menguat akan tetapi berakhir dengan pelemahan tajam.

Indeks Dow Jones drop 1,55% disusul indeks S&P 500 yang anjlok 2,50% dan Nasdaq Composite mengalami penurunan paling tajam dengan koreksi 3,36%. Fed kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin (bps) menjadi 4%. Hal ini sesuai dengan perkiraan pasar.

Namun sayangnya respons harga aset keuangan terutama yang berisiko seperti saham masih merespons negatif meski ada sinyal kalau Fed tidak akan se-agresif sekarang dalam menaikkan suku bunga acuan ke depan.

Analisis Teknikal

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode waktu jam (hourly) dan menggunakan indikator Boillinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat level penutupan IHSG dan indikator BB sesi I, indeks bergerak naik menembus batas atas BB terdekat di 7.049. Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu. Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20. Posisi RSI naik ke 48,27 yang mencerminkan penguatan momentum beli.

Dilihat dari indikator lain yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD), garis EMA 12 tampak bersiap tembus EMA 26 dari bawah.
Melihat berbagai indikator teknikal yang ada, IHSG masih berpotensi mengalami penguatan. Level resisten IHSG terdekat di 7.049.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sempat Menguat di Sesi 1, IHSG Hari Ini Ditutup Melemah


(trp/trp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading