Sudah Tahu Belum? Jaringan 5G Sudah Ada di Papua Loh!

Market - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
30 October 2022 11:20
Telkom Foto: dok Bali Annual Telkom International Conference

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatat pendapatan konsolidasian sebesar Rp 108,87 triliun. Angka ini naik 2,7% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Masih positifnya kinerja TLKM tak lepas dari ekspansi yang dilakukan oleh emiten pelat merah ini. Salah satu ekspansi yang dilakukan adalah, dengan terus melebarkan jaringan 5G.

Perusahaan meningkatkan use case dalam pemanfaatan jaringan 5G secara selektif melalui pendekatan berbasis permintaan untuk B2C dan B2B. Pendekatan ini melalui kemitraan di sektor manufaktur dan infrastruktur, dukungan di sektor pendidikan dan berpartisipasi dalam acara nasional maupun internasional.

"Implementasi teknologi 5G adalah pada industri pertambangan, perseroan menggandeng PT Freeport Indonesia dan MIND ID melalui penerapan 5G Underground Smart Mining pertama di Indonesia pada September 2022 lalu," kata Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dalam keterangannya, Minggu (30/10/2022).

Ririek melanjutkan, pada segmen Consumer, IndiHome masih menjadi mesin pertumbuhan pendapatan perusahaan dengan kinerja Rp 20,9 triliun atau tumbuh 6,4% secara tahunan (year on year/YoY), dengan kontribusi terhadap total pendapatan Perseroan meningkat menjadi 19,2% dari 18,5% pada periode yang sama tahun lalu.

Dengan penambahan 438 ribu pelanggan baru, hingga September 2022 IndiHome telah melayani 9 juta pelanggan atau tumbuh 6,8% YoY.

Pada segmen Enterprise, perseroan mencatat kinerja sebesar Rp 13,7 triliun dengan layanan B2B Digital IT Services dan Enterprise Connectivity sebagai kontributor utama pendapatan.

"Ke depannya, Telkom terus memperkuat kapabilitas di bisnis cloud, termasuk melalui kerja sama strategis dengan pemain teknologi global, di samping terus meningkatkan kualitas dalam memberikan solusi digital kepada pelanggan," tuturnya.

Sementara itu pendapatan segmen Wholesale and International tumbuh 7,6% Yoy menjadi Rp 11,3 triliun dikontribusi pertumbuhan pada bisnis layanan suara wholesale internasional, serta bisnis digital termasuk layanan A2P domestik dan internasional.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Lagi Ramai, Investasi Telkom di GOTO Sudah Tepat?


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading