Reli Wall Street Berlanjut, Terbang Hingga 2% Lebih

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
18 October 2022 21:02
Smartsheet Inc. President and CEO Mark Mader rings a ceremonial bell to celebrate his company's IPO on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., April 27, 2018. REUTERS/Brendan McDermid Foto: REUTERS/Brendan McDermid

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street kembali melesat di sesi awal pembukaan perdagangan Selasa (18/10/2022), melanjutkan relinya sejak Senin kemarin.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) dibuka melonjak 2,01% ke posisi 30.791,61, S&P 500 melejit 2,19% ke 3.758,57, dan Nasdaq Composite terbang 2,65% menjadi 10.958,48.

Reli Wall Street berlanjut di perdagangan hari kedua pada pekan ini, di mana hal ini masih ditopang oleh kinerja keuangan beberapa emiten AS yang solid pada kuartal III-2022.

Setelah pada kemarin Bank of America dan Bank of New York Mellon merilis kinerja keuangannya yang solid pada kuartal III-2022, kini giliran emiten farmasi Johnson & Johnson (J&J) dan perusahaan bank investasi Goldman Sachs.

Saham J&J melesat 1,7% pada awal perdagangan hari ini, setelah melampaui perkiraan di garis atas dan bawah untuk kuartal III-2022.

Laba per saham (EPS) J&J mencapai US$ 2,55 pada kuartal III-2022, lebih tinggi dari ekspektasi pasar sekitar US$ 2,47.

Penjualan J&J juga tumbuh 1,9% menjadi US$ 23,791 miliar pada kuartal III-2022, dari sebelumnya pada periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 23,338 miliar. Laba bersih J&J juga meningkat 21,6% menjadi US$ 4,458 miliar, dari sebelumnya sebesar US$ 3,667 miliar.

Perusahaan farmasi multinasional, yang dikenal dengan berbagai produk mulai dari barang-barang rumah tangga hingga vaksin Covid-19, mengungguli pasar yang lebih luas, meski turun sekitar 2,6% sepanjang tahun ini.

Sedangkan saham Goldman Sachs melonjak lebih dari 2%, setelah rilis kinerja keuangan kuartal III-2022 melebihi ekspektasi pasar. Bank investasi tersebut menunjuk perdagangan yang lebih baik dari perkiraan sebagai pendorong kinerjanya di kuartal III-2022.

EPS Goldman Sachs mencapai US$ 8,25 pada kuartal III-2022, lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar US$ 7,69, berdasarkan data dari Refinitiv. Sedangkan pendapatan Goldman mencapai US$ 11,98 miliar, juga lebih tinggi dari perkiraan sebesar US$ 11,41 miliar.

Saham-saham teknologi di AS juga cenderung kembali positif pada hari ini, melanjutkan relinya sejak kemarin. Saham Amazon, Meta Platforms dan Microsoft menjadi penopang utama indeks Nasdaq pada awal perdagangan hari ini.

Sebelum berhasil rebound, kekhawatiran resesi dan sikap hawkish bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) telah mendorong pasar saham AS ke posisi terendah pada tahun ini dalam beberapa pekan terakhir.

Tetapi, titik awal yang solid untuk musim pendapatan mungkin menandakan bahwa ekonomi saat ini dalam kondisi yang lebih baik daripada yang ditakuti oleh pasar.

"Rilis kinerja keuangan kuartal III dan kuartal IV seharusnya mengkonfirmasi fundamental tetap berlabuh di pasar tenaga kerja yang tangguh dan pembukaan kembali Covid. Valuasi ekuitas kemungkinan akan tetap terkait dengan retorika dan suku bunga bank sentral global, yang secara bertahap berubah menjadi kurang negatif," kata Dubravko Lakos-Bujas, kepala riset makro global di JPMorgan, dikutip dari CNBC International.

"Dengan demikian, kami melihat ekuitas siap untuk naik hingga akhir tahun saat pasar memprediksi perusahaan akan lebih tangguh di semester kedua tahun ini, posisi ekuitas yang rendah, sentimen yang sangat negatif dan diberikan penilaian yang lebih masuk akal," tambahnya.

Sementara itu dari pasar obligasi pemerintah AS (US Treasury), imbal hasil (yield) kembali melandai meski pasar masih cenderung bersikap positif.

Dilansir dari CNBC International, yield Treasury berjangka pendek yakni tenor 2 tahun turun 4,4 basis poin (bp) menjadi 4,412%.

Sedangkan untuk yield Treasury benchmark tenor 10 tahun juga cenderung turun 3,3 bp menjadi 3,98% pada awal perdagangan hari ini

Investor mengawasi dengan ketat perilisan kinerja keuangan emiten di AS untuk menilai dampak dari inflasi yang masih meninggi dan kenaikan suku bunga The Fed.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jelang Rilis Data Ekonomi, Wall Street Dibuka Naik Tipis


(chd/chd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading