Kripto Bergairah Lagi, Bitcoin Balik ke US$ 20.000

Market - chd, CNBC Indonesia
05 October 2022 10:45
Ilustrasi Bitcoin (Photo by André François McKenzie on Unsplash) Foto: Ilustrasi Bitcoin (Photo by André François McKenzie on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga mayoritas kripto utama kembali pada perdagangan Selasa (4/10/2022), melanjutkan penguatan yang terjadi sejak perdagangan awal kuartal IV-2022.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 10:00 WIB, Bitcoin melesat 3,34% ke posisi harga US$ 20.199,02/koin atau setara dengan Rp 306.015.153/koin (asumsi kurs Rp 15.150/US$). Sedangkan untuk Ethereum menguat 2,6% ke posisi US$ 1.355,94/koin atau Rp 20.542.491/koin.

Sementara untuk koin digital (token) alternatif (altcoin) Dogecoin pada hari ini melonjak 7,83% menjadi US$ 0,06481/koin (Rp 982/koin).

Berikut pergerakan 10 kripto utama pada hari ini.

CryptocurrencyDalam Dolar ASDalam RupiahPerubahan Harian (%)Perubahan 7 Hari (%)Kapitalisasi Pasar (US$ Miliar)
Bitcoin (BTC)20.199,02306.015.1533,34%8,40%387,42
Ethereum (ETH)1.355,9420.542.4912,60%6,15%166,32
Tether (USDT)1,0015.1500,01%0,03%68,08
BNB294,624.463.4932,61%10,08%47,55
USD Coin (USDC)1,0015.1500,00%-0,01%46,72
XRP0,47427.1844,51%11,93%23,64
Binance USD (BUSD)0,999915.1480,00%-0,10%21,04
Cardano (ADA)0,43336.5641,57%0,95%14,84
Solana (SOL)34,16517.5243,44%6,07%12,13
Dogecoin0,064819827,83%9,73%8,62

Sumber: CoinMarketCap

Bitcoin akhirnya kembali ke zona psikologisnya di US$ 20.000, setelah dalam hampir sebulan terakhir diperdagangkan di kisaran US$ 18.000-US$ 19.000.

Bitcoin telah melewati ambang batas penting secara psikologis beberapa kali selama sebulan terakhir, tetapi gagal bertahan di tengah kekhawatiran investor tentang inflasi dan prospek resesi ekonomi global.

Pergerakan kripto pada hari ini sejalan dengan pasar saham global yang kembali cerah karena pelaku pasar menilai bahwa periode suram di September telah berlalu dan mereka memperkirakan bahwa periode kuartal terakhir menjadi periode pemulihan di aset berisiko.

Sentimen telah membaik dalam dua hari terakhir karena imbal hasil (yield) Treasury tenor 10 tahun turun dan diperdagangkan sekitar posisi 3,63% pada Selasa kemarin, setelah pekan lalu sempat menyentuh di atas 4%.

Selain itu, angka lowongan pekerjaan AS per Agustus 2022 mengalami penurunan 10%, dari 11,2 juta menjadi 10,05 juta pekerjaan. Hal tersebut menjadi kabar baik di pasar.

"Orang-orang suka menunggu kabar baik tapi...kita tidak akan memiliki pemulihan di pasar ini sampai Fed memberi sinyal bahwa mereka akan berhenti menaikkan suku bunga dan itu tidak akan terjadi sampai inflasi mulai turun," tutur Analis Neuberger Berman newman Kroft.

Di lain sisi, bank sentral Inggris (Bank of England/BOE) pada pekan lalu bahwa mereka akan mulai membeli obligasi dalam jumlah tak terbatas, menyuntikkan uang ke dalam perekonomian daripada menghapusnya, meningkatkan kemungkinan bahwa AS akan mengikutinya.

Namun, alat CME FedWatch tidak benar-benar mencerminkan hal itu, di mana probabilitas kenaikan suku bunga acuan The Fed masih cukup tinggi, yakni mencapai 59%.

Pada Jumat pekan lalu, Wakil Ketua The Fed, Lael Brainard mengindikasikan bahwa kebijakan moneter perlu dibatasi untuk beberapa waktu dan The Fed akan menghindari menarik kembali sebelum waktunya. Namun dia juga mengakui bahwa FOMC perlu memperhatikan kerentanan finansial.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Investor Masih Khawatir Inflasi AS, Bitcoin dkk Ambles Lagi


(chd/chd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading