Dari GOTO Hingga TLKM, Dorong IHSG Tembus 7.100

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
05 October 2022 09:45
Karyawan melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (5/7/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali cerah pada perdagangan sesi I Rabu (5/10/2022), di tengah kembali cerahnya pasar saham global.

Pada perdagangan sesi I hari ini pukul 09:25 WIB, IHSG menguat 0,57% ke posisi 7.112,75. IHSG akhirnya berhasil kembali menyentuh zona psikologisnya di 7.100 pada pagi hari ini.

Mayoritas saham mencatatkan penguatan. Statistik perdagangan mencatat ada 304 saham yang menguat, 131 saham yang melemah, dan 193 saham stagnan.

Setidaknya ada empat saham yang menjadi mover (penggerak), sehingga mendorong IHSG berhasil menyentuh kembali zona psikologisnya di 7.100.

Saham pertama yang mendorong penguatan IHSG adalah saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), di mana saham GOTO melesat 1,68% ke posisi Rp 242/unit, dengan perubahan sebanyak 6,939 indeks poin.

Selanjutnya di posisi kedua ada saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang berkontribusi mendorong kenaikan IHSG sebesar 4,934 indeks poin. Saham TLKM sendiri menguat 0,9% ke posisi Rp 4.480/unit.

Di posisi ketiga masih diduduki oleh saham bank big cap yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan apresiasi 0,81% dengan perubahan 3,65 indeks poin.

Terakhir, ada saham konglomerasi yaitu PT Astra International Tbk (ASII) yang menguat 0,74%, dengan perubahan 2,322 indeks poin.

Penguatan IHSG menyusul kinerja Wall Street yang kembali rebound tajam semalam. Indeks Dow Jones menguat 2,8% dan kemudian disusul oleh indeks S&P 500 yang naik 3,06%. Kemudian ada indeks Nasdaq Composite yang berhasil memimpin penguatan dengan apresiasi 3,34%.

Setelah dirundung koreksi sepanjang bulan September 2022. Wall street akhirnya bangkit.

Penurunan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS menjadi salah satu katalis positif untuk harga saham di AS. Yield US Treasury 10 tahun terpantau turun ke bawah 3,7% setelah sempat mendekati level psikologis 4%.

Namun di sisi lain, yield US Treasury 2 tahun yang menjadi acuan untuk tenor pendek masih berada di atas 4%, merespons The Fed yang berniat mengerek suku bunga acuan naik sampai 4,4% hingga akhir tahun ini.

IHSG juga sudah tertekan cukup signifikan setelah menyentuh all time high (ATH) dan sempat diterpa oleh aksi profit taking terutama dari investor asing.

Dengan sentimen di Wall Street yang membaik ada harapan IHSG bisa tetap hijau hingga akhir perdagangan dan investor asing kembali memborong saham-saham domestik.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

IHSG Balas Dendam, tapi Apa Kuat ke 7.000 Lagi?


(chd/chd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading