Internasional

S&P Turunkan Prospek Peringkat Kredit Inggris, Ini Sebabnya

Market - luc, CNBC Indonesia
01 October 2022 09:30
The Union Jack flag flies above the Houses of Parliament from the Victoria Tower in London, Thursday, Sept. 12, 2019. The British government insisted Thursday that its forecast of food and medicine shortages, gridlock at ports and riots in the streets after a no-deal Brexit is an avoidable worst-case scenario. (AP Photo/Alastair Grant) Foto: Inggris (AP Photo/Alastair Grant)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga pemeringkat Standard & Poor's memangkas prospek peringkat kredit AA untuk utang negara Inggris dari stabil menjadi negatif. Hal itu menyusul prospek peningkatan utang akibat rencana pemangkasan pajak besar-besaran oleh Perdana Menteri Liz Truss.

Sebelumnya, pada 23 September, Menteri Keuangan Kwasi Kwarteng mengumumkan sekitar 45 miliar poundsterling atau sekitar Rp 765 triliun (kurs Rp 17.000) pemotongan pajak permanen yang tidak didanai serta subsidi tinggi untuk tagihan energi rumah tangga dan bisnis. Hal itu membuat pasar mata uang Inggris dan obligasi menjadi kacau balau.

Sementara pound mulai pulih, Bank of England terpaksa meluncurkan program pembelian obligasi darurat pada hari Rabu untuk menstabilkan pasar dan telah memperingatkan mungkin perlu menaikkan suku bunga secara signifikan pada November.

S&P - yang memberi peringkat utang pemerintah Inggris satu tingkat lebih tinggi dari saingannya Moody's dan Fitch - menilai utang publik Inggris pada lintasan ke atas, berbeda dengan perkiraan sebelumnya bahwa itu akan turun sebagai bagian dari produk domestik bruto (PDB) mulai 2023.

"Perkiraan fiskal kami yang diperbarui tunduk pada risiko tambahan, misalnya, jika pertumbuhan ekonomi Inggris ternyata lebih lemah karena memburuknya lingkungan ekonomi lebih lanjut, atau jika biaya pinjaman pemerintah meningkat lebih dari yang diharapkan, didorong oleh kekuatan pasar dan pengetatan kebijakan moneter," kata S&P, dikutip Reuters, Sabtu (1/10/2022).

Adapun, S&P memperkirakan Inggris akan segera memasuki resesi teknis dan PDB-nya akan terkontraksi 0,5% pada 2023.

Pemerintah Inggris telah mengatakan bahwa pemotongan pajak dan reformasi struktural jangka panjang untuk bidang-bidang seperti imigrasi dan izin perencanaan harus mendorong pertumbuhan, tetapi S&P mengatakan manfaatnya kemungkinan kecil, terutama dalam jangka pendek.

"Untuk saat ini tidak jelas apakah pemerintah berencana untuk akhirnya memperkenalkan langkah-langkah konsolidasi fiskal untuk membawa utang kembali ke jalur menurun dan kami berasumsi bahwa paket tersebut akan didanai oleh utang," katanya.

Menurut perkiraan S&P, pinjaman publik Inggris kemungkinan akan mencapai rata-rata 5,5% dari PDB per tahun dari 2023 hingga 2025, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 3%, sementara utang pemerintah secara umum akan naik menjadi 97% dari PDB pada 2025.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mata Uang Negeri Ratu Elizabeth Anjlok Ke Level Terendah


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading