Produksi iPhone 14 Gak Jadi Ditambah, Saham Apple Ambruk!

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
29 September 2022 12:35
iPhone 14 dan iPhone 14 Plus. (Photo: Business Wire) Foto: iPhone 14 dan iPhone 14 Plus

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham Apple Inc ambles lebih dari 4% pada perdagangan Rabu (28/9/2022) setelah membatalkan rencananya untuk meningkatkan produksi iPhone terbarunya karena khawatir bahwa permintaan akan menurun.

Sebelumnya, Apple berencana untuk meningkatkan produksi sebesar 6 juta unit pada paruh kedua tahun ini. Namun, produsen smartphone ternama tersebut akhirnya kembali membatalkan rencananya. Sebagai gantinya, Apple akan berusaha untuk memproduksi 90 juta unit, yang sejalan dengan target produksinya pada 2021.

Hal tersebut membuat saham Apple pun ambles hingga berakhir pada harga US$ 147,64 dan menjadi level terendahnya selama dua bulan. Ambruknya saham Apple turut membebani laju indeks Dow Jones pada perdagangan kemarin.

"Permintaan konsumen yang lebih lemah diperkirakan terjadi ketika listrik naik, suku bunga naik, biaya hipotek naik... pengeluaran diskresioner akan dibatasi oleh itu," tutur Kepala Investasi Plurimi Wealth London Patrick Armstrong dikutip Reuters.

Analis mengatakan bahwa versi Pro dan Pro Max iPhone 14 terjual dengan cepat, meskipun permintaan untuk model standar kurang memuaskan.

Terlepas dari konektivitas satelit dan fitur deteksi kecelakaan, model iPhone 14 terlihat dan terasa mirip dengan iterasi sebelumnya. iPhone terbaru dengan model standar juga dijual lebih tinggi US$ 100 dari iPhone sebelumnya.

"Calon pembeli iPhone 14 dapat memilih iPhone 13, mengingat diskon besar untuk model lama," tutur Analis Strategy Analytics Abhilash Kumar.

Sementara itu, analis Wedbush menilai bahwa Apple dapat mengalihkan produksi model standar ke model Pro di seluruh Asia menjelang musim liburan.

Ambruknya saham Apple juga turut membebani saham-saham perusahaan pemasok dan manufakturnya. Saham Apple Qualcomm, STMicroelectronics, Infineon, dan ASML juga diperdagangkan lebih rendah setelah berita tersebut muncul. 

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Apple Turun Tahta, Aramco Perusahaan Paling Bernilai Dunia


(aaf/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading