Apakah Inflasi Indonesia Bisa Semengerikan di AS?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
23 September 2022 15:20
Suasana pasar pasar Induk Keramat Jati,  Jakarta Timur,  Selasa (13/2/2018). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Inflasi di Indonesia akhirnya mulai menunjukkan tren kenaikan. Bank Indonesia (BI) sampai harus menaikkan suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin saat pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Kamis (22/9/2022) kemarin.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 21-22 September 2022 memutuskan untuk menaikkan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 50 bps menjadi 4,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,5%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5%," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (22/9/2022).


Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kenaikan suku bunga sebagai bagian dari langkah pre-emptive, front-loading dan forward looking untuk menekan ekspektasi inflasi.Ekspektasi diperkirakan akan melonjak setelah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi pada 2 September lalu.

"Kenaikan suku bunga untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan memastikan inflasi inti kembali ke sasarannya.Yang kita kendalikan adalah inflasi inti karena itu menunjukkan sisi permintaan," tutur Perry dalam konferensi pers hasil RDG Bulanan Bulan September 2022, Kamis (22/9/2022).

Inflasi memang sedang menjadi masalah di dunia saat ini. Di Amerika Serikat (AS) inflasi sudah menembus level tertinggi dalam lebih dari 40 tahun terakhir. Bank sentral AS (The Fed) pun sangat agresif menaikkan suku bunga.

Kemarin, The Fed sudah menaikkan suku bunga 300 basis poin sepanjang tahun ini menjadi 3% - 3,25% dan masih akan terus melakukannya hingga tahun depan. Tujuannya, agar inflasi kembali ke 2%, sementara saat ini di 8,3% setelah sebelumnya sempat mencapai 9,1% pada Juni lalu.

Sementara itu, Perry memperkirakan laju inflasi bisa menembus 5,89% (year on year/yoy) pada bulan ini dan di atas 6% pada akhir tahun 2022. Sementara itu, inflasi inti diperkirakan menyentuh 4,6% pada tahun ini.

Jika ke atas 6%, maka inflasi di Indonesia akan menjadi yang tertinggi dalam 7 tahun terakhir. Tetapi, jika melihat sejarah, kenaikan harga BBM subsidi hingga 30% selalu memicu lonjakan inflasi hingga ke atas 8%.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Inflasi Melonjak, Rupiah Merosot, BI 7 Day RRR Perlu Naik?


(pap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading