34 Emiten Bakal Rights Issue Rp 33,3 T, Bank Paling Banyak

Market - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
07 September 2022 15:11
Gedung Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Gedung Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta agar perbankan nasional dapat memenuhi aturan baru kewajiban modal inti minimal Rp 3 triliun. Sehingga, perbankan yang masih memiliki modal inti di bawah Rp 3 triliun harus segera menambah modalnya hingga akhir tahun ini.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, per tanggal 6 September 2022 terdapat 34 Perusahaan Tercatat yang berada pada pipeline rights issue. Total dana yang akan diperoleh melalui rights issue diperkirakan sebesar Rp 33,3 triliun. Dari 34 emiten tersebut, 14 perusahaan berasal dari sektor keuangan.

"Dari 34 Perusahaan Tercatat yang berada pada pipeline right issue, tersebar pada berbagai sektor, 14 perusahaan dari sektor financials," ujar I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan BEI kepada kepada wartawan bursa, Rabu (7/9/2022).

Sementara perusahaan lainnya, di antaranya 3 perusahaan dari sektor basic materials, 4 perusahaan dari sektor consumer cyclicals, 1 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, 2 perusahaan dari sektor energy, 1 perusahaan dari sektor healthcare, 1 perusahaan dari sektor industrials, 2 perusahaan dari sektor properties & real estates, 2 perusahaan dari sektor transportation & logistics, dan 4 perusahaan dari sektor infrastructures.

"Berdasarkan data di atas, sektor terbesar yang melakukan rights issue adalah financials terutama dari industri perbankan," tuturnya.

Sesuai POJK No. 12/POJK.03/2020, modal inti minimum bank umum sebesar Rp 3 triliun dan harus dipenuhi paling lambat 31 Desember 2022. Sedangkan pada bank milik pemerintah daerah wajib dipenuhi paling lambat 31 Desember 2024.

Menurutnya, dalam masa yang dinamis ini, jumlah emiten yang berada pada pipeline rights issue masih relatif baik. Hal tersebut mencerminkan adanya kepercayaan emiten untuk memanfaatkan pasar modal Indonesia sebagai salah satu alternatif sumber pendanaan.

Pada semester satu tahun 2022, jumlah Perusahaan Tercatat yang telah melakukan rights issue meningkat 36,4 % dibandingkan semester satu tahun 2021 atau mengalami peningkatan dari 11 Perusahaan Tercatat menjadi 15 Perusahaan Tercatat.

Sedangkan total dana yang berhasil dihimpun pada rights issue, semester satu tahun 2022 sebesar Rp 15,7 triliun.

"Kami berharap kondisi pasar modal yang kondusif, dukungan maupun supervisi dari OJK dan SRO serta kepercayaan dari stakeholder pasar modal, diharapkan dapat memberikan iklim positif bagi penggalangan dana di pasar modal termasuk melalui rights issue," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

AMAR Right Issue Incar Rp 1 Triliun Demi Penuhi Modal Inti


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading