Emak-emak Sedih! Emas Antam Ikutan Longsor Gegara The Fed

Market - Putra, CNBC Indonesia
03 September 2022 15:05
Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penurunan harga emas dunia membuat harga emas di dalam negeri juga ikut terkoreksi.

Harga emas di pasar spot tercatat mengalami pelemahan sebesar 1,5% dan ditutup di US$ 1.711/troy ons. Di saat yang sama harga logam mulia Aneka Tambang (emas Antam) juga turun 2,6%. Minggu lalu, 1 gram harga emas Antam dihargai Rp 972.000. Namun kemarin, Jumat (2/9/2022), harga emas Antam untuk 1 gramnya dihargai Rp 947.000.

Artinya dalam sepekan, harga emas Antam telah turun Rp 25.000 per gramnya. Tak bisa dipungkiri, harga emas Antam sangat sensitif terhadap pergerakan harga emas dunia.


Harus diakui, penguatan dolar AS memicu terjadinya koreksi harga emas. Kinerja greenback yang tercermin dari indeks dolar AS mengalami penguatan sebesar 0,68% dalam sepekan terakhir.

Pasar masih terus dibayangi dengan pernyataan bos besar The Fed Jerome Powell dalam Simposium Tahunan Jackson Hole pekan lalu soal arah kebijakan suku bunga bank sentral AS tersebut.

Apa yang disampaikan oleh Jay Powell kurang lebih mensinyalkan bahwa ke depan ruang untuk kenaikan suku bunga acuan masih terbuka.

The Fed bersiap untuk mengambil kebijakan yang cukup restriktif untuk mengembalikan inflasi ke kisaran target 2%, meskipun harus berdampak negatif untuk rumah tangga dan pelaku bisnis.

Di sisi lain, harga minyak mentah global juga mengalami penurunan yang tajam. Harga kontrak minyak Brent drop hampir 8% minggu ini dan berada di US$ 93/barel.

Seperti yang sudah diketahui bersama, selama ini kenaikan harga minyak telah memicu lonjakan inflasi global.

Dengan penurunan harga minyak tersebut, ada ekspektasi bahwa inflasi dapat melandai ke depannya meskipun masih akan tetap tinggi di sepanjang tahun ini.

Aset seperti emas sangat sensitif terhadap beberapa faktor seperti tren pergerakan dolar AS, inflasi, suku bunga dan harga komoditas lain.

Harga minyak yang melemah, dolar AS yang menguat dan kebijakan moneter yang ketat turut menjadi katalis negatif untuk harga emas di minggu ini.

Artikel Selanjutnya

'Suku Bunga Fed Boleh Aja Naik, Tapi RI Bukan Jajahan AS!'


(dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading