Mau Inflasi Rendah? BI: Suku Bunga Harus Naik Lebih Tinggi

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
31 August 2022 16:27
Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Agustus 2022. (Tangkapan Layar Youtube BI) Foto: Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Agustus 2022. (Tangkapan Layar Youtube BI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan inflasi pada 2023 harus realistis, seiring dengan perkembangan global yang masih dihantui ketidakpastian. Apabila terlalu rendah, maka kebijakan yang ditempuh adalah kenaikan suku bunga acuan secara agresif.

Perry menyatakan, level inflasi yang realistis pada 2023 adalah 4%.

"Lebih realistis bagi kami 4% kalau poin. Karena itu lebih realisits. Bukan berarti tanpa usaha, itu usahanya sudah nungging-nungging pak. Sudah segala macam," jelasnya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu (31/8/2022).

"Kami pun juga harus menaikkan suku bunga. Nah kalau itu lebih rendah, kami harus naikan suku bunga acuan lebih tinggi," kata Perry.

Konsekuensi yang harus ditempuh adalah pertumbuhan ekonomi akan lebih rendah dari yang diperkirakan, yaitu 5,3%

"Growth 5,3% berat banget, itu masalahnya," tegasnya.

Di sisi lain, level inflasi tersebut akan diterima oleh investor sebab dianggap realistis.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

IHSG Tetap Kalem Saat Suku Bunga Acuan Naik, Tahan Lama Gak?


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading