OJK: Ahli Nuklir Juga Harus Punya Literasi Keuangan

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
26 August 2022 17:30
Friderica Widyasari Dewi, Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Foto: Friderica Widyasari Dewi, Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah era digitalisasi, ternyata literasi keuangan belum tersebar secara merata. Tidak heran, banyak yang terjebak dalam investasi bodong dan juga pinjaman ilegal.

Mencermati fenomena itu, Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi mengatakan di hadapan ribuan mahasiswa Sam Ratulangi Manado kalau belajar keuangan bukan hanya untuk mahasiswa ekonomi atau sosial saja, melainkan semua disiplin ilmu. "Walaupun belajar ilmu nuklir, hari ke hari harus paham tentang keuangan, apalagi bagi perempuan yang akan mengelola keuangan rumah tangga," jelas Kiki dalam Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu 2022, Kamis (26/8/2022).

Kiki juga menambhakan jika edukasi adalah bentuk perlindungan konsumen yang utama, selain tentu saja OJK melakukan pengawasan di bukan hanya sektor jasa keuangan, namun juga perbankan, pasar modal, dan asuransi. "Sektor jasa keuangan harus menawarkan produk sesuai dengan kaidah yang benar dan kepada adik-adik mahasiswa jika ada yang menawarkan harus teliti kalau ragu hubungi 157 Call Center OJK," tegas Kiki.



Bukan hanya mahasiwa, OJK mengakui literasi keuangan perempuan Indonesia, khususnya Ibu Rumah Tangga terutama di pedesaan dan kawasan terpencil, masih rendah. Anggota Dewan Komisioner bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan, hal ini menjadi tantangan dan permasalahan yang harus diatasi.

"Saya pikir ini adalah masalah yang harus kita lawan bersama dalam wacana eksplorasi akses keuangan dan memperkenalkan apa yang disebut skema kredit bagi perempuan di pedesaan," ujarnya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, persoalan tersebut dapat diatasi melalui infrastruktur yang memadai dibidang keuangan dengan mengembangkan sistem manajemen pembelajaran yang dapat diakses secara digital. "Kami juga menyediakan materi edukasi atau literasi keuangan untuk sekolah dalam format cetak dan digital," ucapnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

OJK Sebut Pertumbuhan Ekonomi Saja Nggak Cukup, Ini Alasannya


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading