Surya Darmadi Kaget Disebut Rugikan Negara Rp 78 T

Market - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
18 August 2022 17:51
Tersangka kasus megakorupsi Rp78 Triliun, Surya Darmadi keluar menggunakan kursi roda usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (18/8/2022). Surya Darmadi keluar usai menjalani pemeriksaan selama 3,5 jam. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Tersangka kasus megakorupsi Rp78 Triliun, Surya Darmadi keluar menggunakan kursi roda usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (18/8/2022). Surya Darmadi keluar usai menjalani pemeriksaan selama 3,5 jam. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Surya Darmadi yang berstatus sebagai tersangka kasus dugaan korupsi lahan sawit PT Duta Palma dengan kerugian Rp 78 triliun telah menjalani pemeriksaan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) pada hari ini, Kamis (18/8/2022). 

Namun, pada pemeriksaan hari ini, Surya Darmadi dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Adhyaksa, Ceger, Jakarta Timur karena kondisi kesehatannya yang menurun. Sehingga, pemeriksaan tidak bisa dilanjutkan. 

Kuasa hukum Surya Darmadi, yaitu Juniver Girsang mengungkapkan, dalam kondisi kesehatan yang tidak stabil, kliennya tetap ingin mengikuti proses hukum karena menganggap ada kejanggalan dalam kasusnya.


Juniver Girsang menyebut, Surya Darmadi sendiri terkejut oleh dugaan pihak yang berwenang bahwa kliennya merugikan negara hingga Rp 78 triliun.

"Tadi dia juga sampaikan kepada saya tolong disampaikan bahwa saya kaget yang dikatakan dan opini yang berkembang bahwa saya ada merugikan negara sampai Rp 78 T," ucapnya.

Padahal, Juniver melanjutkan, berdasarkan pernyataan Surya Darmadi, hingga saat ini, aset usaha yang dimiliki oleh pemilik PT Duta Palma Group sendiri hanya senilai Rp 5 triliun.

"Lantas dia katakan kepada saya, pak Juniver, perlu saya beri catatan kepada pak Juniver bahwa permasalahan yang ada sekarang aset itu sudah maksimal Rp 5 T. Rp 5 T doang. Itu bahasa dia," tegasnya.

Sehingga, kata Juniver, Surya Darmadi sangat antusias ingin menghadapi kasus yang dialami saat ini secara jelas. Bahkan, Darmadi mempertanyakan hitung-hitungan Kejagung yang menyatakan bahwa kliennya merugikan negara hingga Rp 78 triliun.

"Makanya dia sangat tertarik tadi mengatakan bahwa saya pingin sebetulnya penyidik menjelaskan kepada saya bagaimana hitungan Rp 78 T itu. Itu tadi yang saya mau dengar tapi tiba-tiba tidak mengizinkan kesehatannya beliau akhirnya," sebutnya.

Juniver berpendapat, penurunan kesehatan yang dialami oleh Surya Darmadi saat ini karena faktor usia dan kelelahan akibat agenda aktivitas yang sangat padat.

"Kalau saya katakan kecapekan dan perjalanan, dan kemudian usia, sudah umur. Saat ini umur beliau itu 71 tahun jadi kita maklum kondisinya. Kita doakan cepat pulih dan siap mengikuti proses lebih lanjut," pungkasnya.

Juniver mengungkapkan, kondisi kliennya tersebut memang tidak sehat sejak keberangkatannya ke Indonesia. Bahkan, sehari sebelum keberangkatan dari China Surya Darmadi sedang menjalankan perawatan dokter.

"Ya, beliau memang selama ini dalam perawatan dokter masalah jantung," kata Juniver kepada CNBC Indonesia, Kamis (18/8/2022).

Menurut Juniver, pada proses pemeriksaan di hari perdananya, SD baru menjawab sembilan pertanyaan.

Adapun pertanyaan dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung tersebut, masih terkait profil perusahaannya saja.

"Materi tadi masih menyangkut mengenai profil di perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh beliau. Apa aktivitasnya dan lokasinya sampai di situ tadi belum ke substansi apakah ini suatu pelanggaran atau tidak belum sampai ke sana," ujarnya saat ditemui di gedung Kejagung Jakarta, Kamis (18/8/2022).

Juniver juga menyebut, terkait alasan dan rekam jejak perjalanan Surya Darmadi selama di luar negeri juga belum terungkap. "Belum juga ditanyakan dan kami belum konfirmasi dari beliau karena posisi tadi terus terang kami katakan sangat padat," ungkapnya.

Dengan demikian, kata Juniver, pemeriksaan hari ini terpaksa harus dihentikan hingga kondisi kesehatan Surya Darmadi membaik.

"Oleh karenanya pemeriksaan hari ini tidak bisa dilanjutkan kemudian kami berharap kesehatan beliau cepat pulih supaya bisa cepat selesai proses ini, dan beliau juga berharap agar kondisinya cepat pulih. Agar dia bisa menghadapi proses ini lebih lanjut," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Terungkap! Surya Darmadi Ada Disini Sebelum ke Indonesia


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading