PDB Berkontraksi, Kurs Dolar Singapura Babak Belur!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
15 August 2022 12:05
Ilustrasi dolar Singapura (CNBC Indonesa/ Muhammad Sabki) Foto: Ilustrasi dolar Singapura (CNBC Indonesa/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar dolar Singapura babak belur melawan rupiah. Dalam dua hari beruntun penurunan sekitar 1,5%, penyebabnya pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang lebih rendah dari prediksi.

Setelah jeblok dalam dua hari beruntun dan berada di level terendah dalam satu bulan terakhir, pada perdagangan Senin (15/8/2022) dolar Singapura mampu bangkit, menguat 0,23% ke Rp 10.717/SG$ pada pukul 10:24 WIB.

Pada Kamis (11/8/2022), Kementerian Industri dan Perdagangan (MIT) Singapura melaporkan PDB kuartal II-2022 tumbuh 4,4% (year-on-year/yoy), lebih rendah dari estimasi pemerintahnya sebesar 4,8% (yoy).


Jika dilihat secara kuartalan, PDB bahkan berkontraksi 0,2%. Kontraksi tersebut terjadi akibat tekanan eksternal.

"Risiko penurunan ekonomi global masih signifikan, ekskalasi konflik Rusia-Ukraina lebih lanjut dapat memperburuk distrupsi supply, dan mengakselerasi tekanan inflasi melalui harga makanan dan energi," kata Gabriel Lim, Menteri MIT, sebagaimana dilansir Reuters.

Dengan rilis tersebut, proyeksi PDB sepanjang tahun 2022 juga dipangkas menjadi 3% - 4%, dari sebelumnya 3% - 5%.

Sebaliknya, PDB Indonesia justru tumbuh lebih tinggi dari ekspektasi.

Badan Pusat Statistik (BPS) pada Jumat (5/8/2022) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2022 tumbuh 5,44% dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau year-on-year (yoy). Sedangkan dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-to-quarter/qtq), ekonomi tumbuh 3,72%.

"Pertumbuhan ekonomi secara qtq 3,72% dan yoy sebesar5,44%," ungkap Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers, Jumat (5/8/2022).

Realisasi tersebut bahkan lebih tinggi dari polling Reuters sebesar 5,13% (yoy).

Margo menyebut pertumbuhan ekonomi yang impresif itu ditopang oleh perkembangan harga komoditas. Peningkatan harga komoditas menyebabkan Indonesia menikmati surplus neraca perdagangan US$ 15,55 miliar pada kuartal II-2022.

"Indonesia mendapatkan windfall dan harga komoditas di pasar global," kata Margo.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Singapura Bebas Masker di Luar Ruangan, Dolarnya Menguat Lagi


(pap/pap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading