Economic Update 2022

Dolar AS Sudah Rp 14.700, Rupiah Bakal Ngegas Terus Nih BI?

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
12 August 2022 11:25
Pilihan Kebijakan Moneter BI Hadapi Inflasi & Jaga Rupiah (CNBC Indonesia TV) Foto: Pilihan Kebijakan Moneter BI Hadapi Inflasi & Jaga Rupiah (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter mengungkapkan tidak akan membiarkan adanya perbedaan tajam antara nilai tukar yang ada dengan fundamentalnya. Dan berharap rupiah bisa menuju ke titik yang stabil.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo menjelaskan, supply demand pasar akan menentukan dari sisi pergerakan rupiah. Oleh karena itu kebijakan stabilisasi nilai tukar yang ditetapkan BI berbasis kepada mekanisme pasar melihat nilai fundamental rupiah.

"Kita tidak mengintervensi suatu level, tapi lebih bagaimana volatilitas yang terjaga. Oleh karena itu, melihat pergerakan rupiah yang menuju ke mudah-mudahan titik stabil," jelas Dody dalam Economic Update CNBC Indonesia, Jumat (12/8/2022).



Terpenting, kata Dody adalah supply demand terjaga da kepercayaan pelaku pasar untuk tidak melakukan suatu tindakan yang sifatnya spekulasi yang bisa mempengaruhi nilai tukar rupiah.

"Dengan demikian, ini yang kita lihat sampai hari kemarin dan pagi ini rupiah sendiri menuju ke arah yang relatif stabil, yang tidak hanya mendukung stabilitas makro, tapi membantu juga pengendalian inflasi," jelas Dody.

Lantas di level berapa rupiah dikatakan stabil menurut Bank Indonesia?

Menurut Dody, BI tidak menyatakan suatu level berapa nilai tukar rupiah dikatakan stabil. Namun, nilai tukar rupiah dilihat dari nilai fundamental perekonomian Indonesia saat ini. Misalnya saja dari neraca pembayaran, transaksi berjalan, dan transaksi perdagangan.

"Itu menggambarkan surplus dari ekspor impor barang dan jasa, yang menggambarkan rupiah kita secara fundamental menguat," jelas Dody.

"Artinya seharusnya rupiah ini terus berada pada posisi yang lebih baik, dari waktu ke waktu, yang menggambarkan sekali lagi kondisi di domestik kita dan melihat pertumbuhan ekonomi yang baik, cadangan devisa yang relatif masih cukup dari sisi untuk kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah," kata Dody melanjutkan.




Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada perdagangan pagi hari ini. Kelesuan dolar AS mampu dimanfaatkan dengan baik oleh rupiah.

Pada Jumat (12/8/2022), US$ 1 setara dengan Rp 14.720 kala pembukaan perdagangan pasar spot. Rupiah menguat 0,3% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Rupiah Dekati Rp 15.000/US$, Begini Kondisi Money Changer


(cap/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading