Tiga Sektor Ini Menopang IHSG, Teknologi Salah Satunya

Market - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
10 August 2022 17:40
Ketua OJK Mahendra Siregar dalam Acara Konferensi Pers: Hasil Rapat Berkala III KSSK 2022 (Tangkapan Layar Youtube Kementerian Keuangan RI) Foto: Ketua OJK Mahendra Siregar dalam Acara Konferensi Pers: Hasil Rapat Berkala III KSSK 2022 (Tangkapan Layar Youtube Kementerian Keuangan RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pendongkrak kinerja pasar saham didorong setidaknya oleh tiga sektor. Ketiganya adalah, logistik, transportasi, dan energi.

Ketiga sektor tersebut mampu mencetak kinerja keuangan moncer. Pertumbuhan rata-rata laba bahkan melesat.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi merinci, pertumbuhan rata-rata laba di sektor teknologi mencapai 7.904,59%, diikuti emiten yang bergerak di bidang transportasi dan logistik sebesar 1.238,84% dan kemudian emiten yang bergerak di bidang energi sebesar 397,59%.


Inarno menyebut, kinerja emiten berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2022, tercatat tumbuh positif. Dari 722 emiten yang telah menyampaikan laporan kuartal I 2022, terdapat peningkatan total laba emiten secara tahunan sebesar 110,01% menjadi sebesar Rp167,52 triliun. "Kinerja emiten tersebut sudah lebih baik dibandingkan performa emiten sebelum terjadinya pandemi tahun 2019," tuturnya.

Aktivitas penghimpunan dana di sepanjang tahun 2022 juga meningkat. OJK mencatat hingga tanggal 8 Agustus 2022 kemarin, terdapat 149 penawaran umum dengan total emisi sebesar Rp 151,18 triliun, 48 diantaranya adalah emiten baru.

Inarno menambahkan, Mekipun kinerja pasar modal secara umum tumbuh positif, namun kinerja Reksa Dana masih mengalami sedikit penurunan. Sampai dengan 5 Agustus 2022, total NAB Reksa Dana menurun sebesar 5,05% dari Rp 578,44 triliun per 30 Desember 2021 menjadi Rp 549,23 triliun.

Sementara nilai total Asset Under Management Industri Pengelolaan Investasi (termasuk KIK EBA-SP dan dana Tapera) juga menurun sebesar 0,98% dari sebelumnya sebesar Rp 850,75 triliun per 30 Desember 2021 menjadi Rp 842,41 triliun.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Momen Demi Momen DPR RI Sahkan DK OJK Periode 2022-2027


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading