Tak Ada di RI dan Singapura, Jadi Surya Darmadi Ada di Mana?

Market - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
10 August 2022 07:24
Pekerja melintas di depan papan bertuliskan sitaan aset Surya Darmadi di Gedung Palma One, Jakarta, Selasa (9/8/2022). Kejaksaan Agung telah menyita sebanyak 23 aset milik PT Duta Palma Group terkait tersangka kasus korupsi Rp 78 triliun, Surya Darmadi. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Pekerja melintas di depan papan bertuliskan sitaan aset Surya Darmadi di Gedung Palma One, Jakarta, Selasa (9/8/2022). Kejaksaan Agung telah menyita sebanyak 23 aset milik PT Duta Palma Group terkait tersangka kasus korupsi Rp 78 triliun, Surya Darmadi. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Singapura telah menepis kabar jika Surya Darmadi berada di negaranya. Surya adalah tersangka kasus korupsi terbesar di Indonesia hingga Rp 78 triliun.

Namun di sisi lain, pimpinan KPK memastikan bila buronan tersebut tidak berada di Indonesia.

"Yang pasti, bisa dipastikan KPK, yang bersangkutan tidak ada di Indonesia," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango di Gedung Anti-Corruption Learning Center (ACLC) KPK, Selasa (8/9/2022), seperti dilansir detikcom




"Tetapi di mana kita tidak tahu. Nggak (di Singapura), nggak. Kita pastikan dia tidak ada di Indonesia," lanjutnya.

Seperti diketahui, pihak Kejagung mengendus keberadaan Surya Darmadi di Singapura. Namun, hal tersebut kemudian dibantah oleh pihak Singapura.

Melalui keterangan resmi di Facebook pada Jumat (4/8/2022), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Singapura mengatakan Surya Darmadi tidak sedang berada di negaranya.

"Menurut catatan imigrasi kami, Surya Darmadi saat ini tidak berada di Singapura," kata juru bicara Kemlu Singapura.

"Jika Indonesia mengajukan permintaan resmi ke Singapura dengan informasi pendukung yang diperlukan, Singapura akan memberikan bantuan yang diperlukan kepada Indonesia, dalam lingkup hukum dan kewajiban internasional kami," tambahnya.

Seperti diketahui, korupsi yang dilakukan Surya Darmadi merupakan kasus terbesar yang pernah terjadi di Indonesia. Bos produsen minyak goreng merek Palma itu melakukan perbuatan yang merugikan negara sejak dalam proses perizinan hingga penggunaan lahan sejak 2004 atau 18 tahun.

Kerugiannya sendiri ditaksir mencapai hingga Rp 78 triliun sejak dari penguasaan dan pemanfaatan lahan sejak 2004 hingga saat ini. 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bukan Singapura, Ini Tempat Persembunyian Surya Darmadi


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading